Perparah Perubahan Iklim, Sampah Organik Menumpuk di TPA Bisa Picu Gas Metana
- 22 Sep 2026 16:53 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat memperburuk persoalan perubahan iklim karena menghasilkan gas metana (CH₄), salah satu gas rumah kaca. Kondisi ini terjadi ketika sampah organik bercampur dengan jenis sampah lain dan menumpuk di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Dosen Teknik Lingkungan UIN Walisongo Semarang, Dr. Rusmadi, M.Si., mengatakan persoalan sampah memiliki kaitan erat dengan perubahan iklim. Menurutnya, pengelolaan sampah yang benar dapat membantu meminimalkan dampak perubahan iklim, sedangkan pengelolaan yang buruk justru meningkatkan persoalan tersebut.
Ia menjelaskan, jenis sampah organik menjadi bagian penting dalam persoalan tersebut. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup yang disampaikan Rusmadi, sekitar 70 persen dari keseluruhan sampah merupakan sampah organik.
Dari jumlah tersebut, sekitar 40 hingga 50 persen disebut berupa food waste atau limbah makanan. Rusmadi menyebut tingginya limbah makanan perlu menjadi perhatian sekaligus mendorong munculnya berbagai inisiatif lokal dari masyarakat untuk mengurangi dan mengelolanya.
Ia menjelaskan, gas metana salah satunya terbentuk dari proses pembusukan sampah, terutama ketika sampah organik menumpuk tanpa pengelolaan yang tepat. “Pengelolaan sampah yang tidak benar itu juga berkontribusi besar pada timbulan gas metan yang nanti menjadi gas rumah kaca,” ujar Rusmadi.
Rusmadi menjelaskan, persoalan muncul ketika sampah dari berbagai jenis dicampur, kemudian ditumpuk dan langsung dibawa ke TPA. Pola pengelolaan semacam itu membuat proses pembusukan berlangsung dan meningkatkan timbulan gas metana.
Oleh karena itu, ia mendorong pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumber dengan memberikan perlakuan berbeda untuk setiap jenis sampah. “Artinya setiap jenis sampahnya itu treatment-nya beda-beda,” kata Rusmadi.
Ia menilai penanganan perubahan iklim tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia industri, dan media. “Kolaborasi berbagai pihak dapat diperkuat, termasuk melalui pengelolaan sampah yang lebih baik sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....