Eks Rob Disulap Jadi Sawah Produktif, BI Tegal Dorong Pekalongan Mandiri Benih Padi
- 12 Agt 2026 14:46 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Eks Rob Disulap Jadi Sawah Produktif, BI Tegal Dorong Pekalongan Mandiri Benih Padi Salin
- Program tersebut bukan sekadar seremoni panen, Lahan eks rob yang sebelumnya menghadapi persoalan salinitas dan penurunan produktivitas kini diuji untuk kembali menjadi lahan baku sawah produktif
RRI.CO.ID, Pekalongan – Lahan bekas terendam rob yang selama ini menjadi salah satu ancaman serius bagi pertanian pesisir Kota Pekalongan di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, mulai dibalik menjadi peluang untuk memperkuat ketahanan pangan. Upaya ini merupakan hasil kerja cerdas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal bersama Pemerintah Kota Pekalongan.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui panen Demfarm Smart Farming Padi Biosalin yang digelar Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan ini turut diwarnai dengan penyerahan wakaf produktif untuk kemandirian benih padi unggulan.
Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia(KPwBI) Tegal, Bimala menyampaikan, program tersebut bukan sekadar seremoni panen. Lahan eks rob yang sebelumnya menghadapi persoalan salinitas dan penurunan produktivitas kini diuji untuk kembali menjadi lahan baku sawah produktif dengan pendekatan teknologi pertanian adaptif perubahan iklim.
Menurutnya, pada Demfarm 2026, KPwBI Tegal memperluas areal percontohan menjadi 3,5 hektare. Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) diterapkan dari tahap pemulihan tanah hingga pemanenan.
Persoalan utama lahan eks rob, yakni tingginya kadar garam yang mengganggu kesuburan tanah, ditangani melalui remediasi menggunakan campuran biochar, dekomposer dan pupuk kompos kohe. "Penambahan kolaborasi di lahan bio salin ini bertambah banyak yang tadinya satu kelompok menjadi empat kelompok, dengan total anggotanya saat ini sebanyak 70 petani lebih dengan luas lahan bertambah luas menjadi 56 hektar," ucapnya.
Selain itu, produktivitas juga meningkat di atas rata rata nasional 6,6 ton per hektar dari rata-rata nasional 6,3 per hektar. Rencana Kota Pekalongan untuk membuat pusat pembenihan padi salin di Kota Pekalongan sangat luar biasa, karena bisa mensuport lahan eks rob di sepanjang Pantura.
Sementara itu, Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan, saat ini dengan dukungan BI Tegal sudah 56 hektar lahan yang tanam dan panen ini patut disyukuri untuk menunjang ketahanan pangan di Kota Pekalongan. Selain itu, Pemkot Pekalongan juga akan berupaya merealisasikan pusat pembenihan padi bio salin.
"Saat ini untuk pembenihan masih di Kota Bogor, kita upayakan agar kota Pekalongan bisa menjadi pusat pembenihan padi bio salin. Produksi ditargetkan mencapai 800 hingga 1.000 kilogram benih sebar bersertifikat, yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan penanaman sekitar 35–40 hektare lahan di Pekalongan dan sekitarnya," ucapnya.
Program tersebut juga membawa pendekatan berbeda. Hal ini diwujudkan melalui penggabungan pertanian, ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat.
Sebesar Rp74 juta dana wakaf produktif turut diserahkan dalam kegiatan tersebut oleh Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pekalongan, Andy Arslan Djunaid. "Dana itu dihimpun melalui program Syafaat x Bubur Suro 2026 melalui sinergi KPwBI Tegal, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, MES Kota Pekalongan serta Dompet Dhuafa Jawa Tengah," ujar Andy.
Wakaf produktif tersebut diarahkan agar tidak sekadar menjadi bantuan sesaat. Akan tetapi, juga menjadi instrumen pemberdayaan untuk memperkuat dampak sosial ekonomi masyarakat dan membuka peluang penghidupan baru bagi petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....