Peran Vital Perempuan dalam Mitigasi Perubahan Iklim

  • 25 Mei 2026 11:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID,Semarang- Dampak perubahan iklim yang semakin nyata menuntut kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni untuk menghadapinya. Amriza Rois Ismail, S.Pd.,M.Ling dari Soegijapranata Catholic University dalam Dialog bersama Pro 1 RRI Semarang menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menyiapkan ketahanan keluarga di tengah kondisi lingkungan yang tidak menentu.

Sebagai pendidik utama dalam keluarga, ibu memberikan pemahaman krusial kepada anak-anak mengenai tanda-tanda cuaca ekstrem. "Jadi yang bisa memberikan pendidikan kepada anak-anak selain sekolah itu adalah ibu, misalkan saja pendidikan terkait dengan menghadapi cuaca ekstrem,"jelasnya. Senin (25/05/2026)

Ketika bencana hidrologi terjadi saat anggota keluarga lain bekerja, peran perempuan menjadi kunci dalam menjamin keselamatan di rumah. Ibu adalah sosok yang paling sigap mengambil tindakan penyelamatan ketika ancaman seperti angin kencang atau banjir rob datang tiba-tiba.

Perempuan juga memiliki kepekaan tinggi terhadap pengelolaan logistik dan perencanaan anggaran rumah tangga. "Perempuan yang kemudian akan lebih paham gitu ya, pengeluaran keluarga dalam satu bulan atau satu tahun ini ke mana saja, dan salah satunya pengeluaran yang digunakan untuk kebutuhan kebencanaan,"imbuhya.

Kesiapsiagaan ini mencakup langkah fisik seperti merencanakan peninggian lantai rumah hingga menyiapkan tas evakuasi jauh-jauh hari. Ibu mampu memprediksi pola musim dan mengatur strategi agar keluarga tetap aman saat potensi bencana muncul di bulan-bulan tertentu.

Selain mitigasi bencana, perempuan berperan besar dalam mendorong budaya hemat energi untuk menekan emisi gas rumah kaca. Hal ini dilakukan melalui pembiasaan sederhana, seperti memastikan seluruh perangkat elektronik dan pendingin ruangan dimatikan saat tidak diperlukan.

Upaya kecil di tingkat rumah tangga ini secara kolektif akan berdampak besar pada perlambatan laju perubahan iklim global. Dengan melibatkan perempuan secara aktif, proses adaptasi dan mitigasi perubahan iklim akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....