Obat-obatan Jadi Bagian Penting dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana
- 12 Agt 2026 09:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya sebatas soal makanan dan kebutuhan pokok, tetapi juga ketersediaan obat-obatan. Hal tersbut dianggap cukup penting, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat dengan penyakit bawaan.
Menurut dokter umum di Semarang, dr. Anindya Paramitha, selama ini masyarakat cenderung mementingkan keselamatan harta benda atau asupan ketika bencana. Namun, menurutnya, aspek medis terutama obat-obatan perlu disiapkan sebagai bentuk kesiapan menghadapi bencana.
“Karena kita kan nggak tahu ya, kalau di area bencana ngungsinya berapa lama. Kita tahu kondisi pengungsian hygiene-nya gimana, terus belum tentu suplai obat-obatan yang kita konsumsi itu ada,” ujarnya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Rabu, 5 Agustus 2026.
Kesiapsiagaan secara medis dan ketersediaan obat-obatan, menurut dr. Anindya, salah satunya ditujukkan bagi kelompok rentan. Kondisi mereka yang rawan terhadap penyakit, membuat ketersediaan obat ketika dalam kondisi bencana sangat diperlukan.
“Untuk yang prioritasnya mungkin untuk lansia, terutama dengan riwayat penyakit kronis misalnya diabetes atau hipertensi. Kondisi kayak gitu kan juga harus ada obat-obatan yang rutin diminum, itu bahaya ‘kan kalau nggak diminum obatnya,” ujarnya.
Selain bagi kelompok rentan, Anindya juga menjelaskan ketersediaan obat juga diperlukan bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan. Kondisi pengungsian yang memicu resiko kambuhnya penyakit tersebut, perlu diantisipasi agar tidak menjadi lebih serius.
“Kayak orang asma, mereka juga ada obat yang rutin dipakai setiap hari untuk mencegah tidak kambuh. Kejang atau epilepsi juga begitu, mereka ada obat-obatan yang harus diminum rutin atau yang harus diminum saat kambuh,” tuturnya.
Obat-obatan yang perlu disiapkan menurutnya bermacam-macam, terutama sesuai dengan penyakit yang dimiliki. Selain itu, obat-obatan umum seperti obat demam atau lambung bisa disiapkan sebagai bagian dari antisipasi muncul atau kambuhnya penyakit.
“Jangan lupa juga obat diare, karena kan balik lagi kita mengungsi berapa lama juga asupan nutrisi dan hygiene-nya seperti apa. Itu obat-obatan simpel yang dibutuhin kemungkinan besar, cuma namanya bantuan datangnya juga tidak mungkin cepet,” kata dr. Anindya.
Ia juga menyarankan untuk membawa obat berbentuk padat, bukan sirup cair. Sebab, penyimpanan obat padat lebih mudah dan aman, dan lebih praktis untuk dibawa kemana-mana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....