Antisipasi Kebakaran Hutan di Grobogan, Perhutani Siagakan 450 Personel

  • 06 Agt 2026 10:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Grobogan – Sebanyak 450 personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Grobogan selama musim kemarau. Personel berasal dari unsur Polri, TNI, Perum Perhutani, BPBD, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran.

Kesiapan tersebut ditunjukkan dalam Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar di halaman Mapolres Grobogan, Rabu, 5 Agustus 2026. Selain menggelar apel, seluruh unsur juga melakukan pemeriksaan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.

Berbagai perlengkapan yang diperiksa meliputi kendaraan operasional, mobil siaga, tangki air, mesin pompa pemadam, chainsaw, alat komunikasi, hingga peralatan pendukung lainnya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh perlengkapan siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat.

Administratur Kesatuan Pengelolaan Hutan(KPH) Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, mengatakan Perhutani mendukung penuh penguatan sinergi lintas sektor dalam mencegah kebakaran hutan. Terutama, saat musim kemarau yang diperkirakan semakin kering akibat fenomena El Nino.

"Perhutani KPH Purwodadi mendukung penuh pelaksanaan Apel Siaga Karhutla sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Sinergi antara Perhutani, Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran dapat dilaksanakan cepat, terpadu, dan efektif," ujar Untoro dalam siaran pers, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurut Untoro, Perhutani telah menginstruksikan seluruh jajaran di lapangan untuk meningkatkan patroli rutin, memperkuat deteksi dini titik api, mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, serta memastikan seluruh sarana penanggulangan kebakaran dalam kondisi siap pakai."Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif,” ujarnya.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dengan tidak membuka lahan menggunakan api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api. Hutan merupakan aset negara yang harus kita jaga bersama demi keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat," katanya.

Kapolres Grobogan, AKBP Endhie Pratama, mengatakan apel siaga digelar untuk memastikan seluruh personel dan peralatan siap diterjunkan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan. “Namun, tentunya harapan kita bersama adalah tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Grobogan," ucapnya.

Selain mengantisipasi karhutla, Polres Grobogan bersama Perhutani dan pemerintah daerah juga telah menyalurkan 220 tangki air bersih atau sekitar 97.900 liter ke puluhan desa terdampak kekeringan selama periode 20 Juni hingga 31 Juli 2026. Seluruh pihak diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan BMKG yang menyebut fenomena El Nino akan berada pada kategori kuat pada Agustus hingga Oktober 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....