Panen Perdana Inpari 32 di Kendal, Kolaborasi Petani dan Unimus Berbuah Hasil

  • 06 Apr 2026 15:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidomakmur Desa Tambaksari Kecamatan Rowosari Kendal melaksanakan panen perdana padi varietas Inpari 32 pada Senin, 6 April 2026. Lahan tanaman padi yang panen perdana kali ini seluas 3.840 meter persegi.

Tanaman padi varietas Inpari 32 memiliki keunggulan tahan hama wereng batang coklat. Padi varietas Inpari 32 juga memiliki tekstur yang pulen.

Budidaya padi varietas ini merupakan binaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Program Studi Agribisnis. Panen perdana diawali oleh Wakil Bupati Kendal bersama Rektor Unimus, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ketua Prodi Agribisnis dan sejumlah pejabat terkait.

Rektor Unimus, Dr. Masrukhi mengatakan pendampingan terhadap Gapoktan ini merupakan salah satu wujud dari kampus berdampak kepada masyarakat. Harapan ke depan, tidak hanya agribisnis, tetapi juga potensi lainnya di Unimus akan dikerjasamakan secara lebih massif lagi dengan Pemkab Kendal.

"Prinsipnya, Unimus harus memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat. Baik dalam ketahanan pangan, bidang kesehatan, budaya dan lainnya," ujarnya.

Ketua Gapoktan Sidomakmur Desa Tambaksari, Supriyanto mengatakan, jumlah petani yang tergabung dalam Gapoktan Sidomakmur sebanyak 100 orang. Mereka terbagi dalam dua kelompok tani.

Tiap kelompok tani beranggotakan 50 orang yang mengelola 50 hektar lahan padi. "Dari dua kelompok tani itu, total luas lahan 100 hektar," katanya.

Menurut Supriyanto, pendampingan dari Unimus ini sangat menguntungkan, karena meningkatkan kualitas hasil panen. Hasil panen juga dibeli Unimus sesuai harga pasar, yang saat ini Rp 7.000 per kilogram.

Sementara, Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi mengatakan, pendampingan Unimus ikut mendukung program pemerintah pusat dalam ketahanan pangan. Hal ini harus digerakkan ke semua komponen.

Harapannya, pendampingan tidak sekedar meningkatkan kualitas dan kuantitas panen, tetapi perlu diperhatikan rantai distribusi dan stabilitas harga yang terjamin. "Ke depan bisa diperluas lagi kepada kelompok tani di desa lainnya," katanya. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....