Kondisi Pasien Keracunan SMKN 6 Semarang Membaik, Dinkes Siagakan Tim Pemulihan
- 02 Agt 2026 11:15 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kasus dugaan keracunan pangan di SMKN 6 Semarang telah terkendali dengan mayoritas pasien berangsur pulih tanpa penambahan kasus baru.
- Dinkes Kota Semarang tetap menyiagakan Tim Gerak Cepat untuk memantau kondisi kesehatan para korban hingga seluruhnya dinyatakan sembuh.
- Hasil surveilans aktif maupun pasif menunjukkan situasi sudah kondusif, dan pihak sekolah tidak lagi melaporkan siswa maupun guru dengan gejala baru.
RRI.CO.ID, Semarang – Kasus dugaan keracunan pangan yang dialami siswa dan guru SMKN 6 Semarang dipastikan sudah terkendali. Meski tidak ditemukan penambahan kasus baru dan mayoritas pasien berangsur pulih, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang tetap menyiagakan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk memantau kondisi kesehatan para korban hingga seluruhnya dinyatakan sembuh.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan hasil surveilans aktif maupun pasif di lapangan menunjukkan situasi sudah kondusif. Pihak sekolah juga tidak lagi melaporkan adanya siswa maupun guru yang mengalami gejala baru hingga Sabtu, 1 Agustus 2026.
Seluruh pasien yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Halmahera telah diperbolehkan pulang. Sementara itu, pasien yang masih dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro, RS Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
"Seluruh pasien di Puskesmas Halmahera sudah diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan. Pasien yang masih berada di RSUD KRMT Wongsonegoro, RS Bhakti Wira Tamtama, serta Puskesmas Bangetayu juga terus mengalami perbaikan kondisi secara signifikan," ujar Hakam.
Dari sisi pembiayaan, seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurut Hakam, proses pemeriksaan dan perawatan di fasilitas kesehatan berjalan lancar sehingga hak pelayanan kesehatan seluruh pasien tetap terpenuhi.
"Seluruh proses perawatan medis para siswa dan guru berjalan optimal dengan skema penjaminan JKN. Kami memastikan hak pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi sesuai prosedur yang berlaku," katanya.
Meski kondisi di lapangan terus membaik, Dinkes belum menghentikan pemantauan. Tim Gerak Cepat tetap disiagakan untuk memastikan seluruh pasien rawat inap pulih sepenuhnya sebelum penanganan kasus dinyatakan selesai.
"Tim TGC tetap siaga di lapangan sampai seluruh kasus terkonfirmasi sehat. Setelah seluruh rangkaian pemantauan selesai dan dinyatakan tuntas, kami segera mengirimkan laporan pembaruan akhir kepada Kementerian Kesehatan melalui sistem SKDR MBG," ujar Hakam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....