DPRD Jateng Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan

  • 30 Jul 2026 16:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – DPRD Jawa Tengah mendorong Koperasi Desa Merah Putih menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui penguatan potensi unggulan desa dan pemangkasan rantai pasok hasil pertanian maupun produk UMKM. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat desa.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sri Hartini, mengatakan koperasi desa memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal. "Karena rantai pasok yang lebih pendek membuat hasil pertanian, produk UMKM, dan potensi lokal desa memiliki nilai tambah," ujar Sri Hartini dalam dialog di Gedung Merah Putih DPRD Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.

Sri Hartini menambahkan, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih juga diharapkan mampu memastikan berbagai subsidi pemerintah dapat diterima masyarakat secara langsung tanpa melalui rantai distribusi yang panjang. "Harapannya, subsidi pemerintah benar-benar dinikmati masyarakat sehingga kesejahteraan warga desa dapat meningkat secara nyata," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Desy Arinjani, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan koperasi desa agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Pengurus koperasi, menurutnya, harus memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan manajerial untuk menjalankan organisasi secara akuntabel.

Desy juga mendorong digitalisasi sebagai bagian dari pengembangan koperasi modern. Ia mencontohkan Koperasi Desa Merah Putih di Surakarta yang telah memanfaatkan telepon seluler untuk memudahkan masyarakat mendaftar sebagai anggota maupun berbelanja.

"Kemudahan akses dan inovasi inilah yang kita dorong. Agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selalu diminati," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pengurus Dewan Koperasi Indonesia(Dekopin) Wilayah Jawa Tengah, Sudarto, mengingatkan koperasi masih menghadapi tantangan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, partisipasi anggota, serta penguatan usaha di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci agar koperasi mampu bertahan dan terus berkembang.

"Koperasi adalah milik masyarakat, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Semua harus ikut terlibat," ujar Sudarto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....