Hadapi Bencana Musim Kemarau, Pemkab Pekalongan Siagakan Ratusan Personel

  • 22 Jul 2026 09:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Pekalongan – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyiagakan ratusan personel gabungan untuk mengantisipasi potensi bencana selama musim kemarau 2026. Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana Musim Kemarau yang digelar di Lapangan Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu, 22 Juli 2026.

Apel dipimpin Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman dan dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, unsur TNI-Polri, BPBD, PMI, Perhutani, Damkar, Satpol PP, serta puluhan organisasi relawan kebencanaan di Kabupaten Pekalongan.

Selain apel, pemerintah daerah juga melakukan pengecekan kesiapan personel, kendaraan operasional, serta sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Berbagai kendaraan taktis dan armada operasional dari Polres Pekalongan, Kodim 0710 Pekalongan, BPBD, PMI, Damkar, hingga backbone Polsek jajaran ditampilkan sebagai bukti kesiapan menghadapi situasi darurat.

Dalam amanatnya, Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam menghadapi ancaman bencana yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau, terutama akibat pengaruh fenomena El Nino.

"Beberapa waktu lalu kita bersama Kapolres dan Dandim telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak. Saat ini kita harus meningkatkan kesiapsiagaan karena ancaman kekeringan, kebakaran hutan, hingga gagal panen mulai meningkat," kata Sukirman.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang mulai mengalami kekeringan. Bantuan tersebut telah disalurkan ke tiga dukuh di Kecamatan Sragi pada pekan sebelumnya sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Sukirman, upaya mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia berharap media massa ikut berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penghematan air serta pencegahan kebakaran selama musim kemarau.

Ia juga mengajak seluruh instansi, relawan, tokoh agama, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam mengurangi risiko bencana. Dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini, pemerintah berharap perlindungan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti ratusan personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Linmas, Perhutani, PMI, serta berbagai organisasi relawan seperti Tagana, Bagana, MDMC, LPBI NU, Kokam, Senkom, ORARI, RAPI, hingga komunitas SAR di Kabupaten Pekalongan.

Melalui apel kesiapsiagaan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh personel, peralatan, dan sistem koordinasi siap digunakan selama puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Dengan kesiapan tersebut, dampak bencana diharapkan dapat diminimalkan sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....