Waspada Puncak Kemarau, BPBD Jateng Mulai Salurkan Air Bersih ke 11 Kabupaten
- 08 Jul 2026 21:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mulai menyalurkan bantuan air bersih ke 11 kabupaten yang terdampak kekeringan. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catur Sasi Penanggungan, mengatakan musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino sehingga curah hujan lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat sejumlah daerah mulai mengalami penurunan ketersediaan air bersih.
"Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Saat ini kita mulai memasuki fase menuju puncak, sehingga potensi kekeringan dan kebutuhan air bersih perlu diantisipasi sejak sekarang," ujarnya kepada RRI, Rabu, 8 Juli 2026.
Selain melakukan distribusi air bersih, BPBD Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota untuk memantau perkembangan wilayah terdampak. Pendampingan diprioritaskan di daerah yang mulai mengalami kesulitan air bersih, seperti Klaten, Banjarnegara, Boyolali, dan sebagian Kabupaten Semarang.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran rumah, lahan, hingga tempat pemrosesan akhir (TPA) selama musim kemarau. Cuaca panas dan kering dinilai meningkatkan risiko kebakaran, termasuk akibat gas metana yang dihasilkan timbunan sampah di TPA.
"Ke depan masyarakat perlu mulai melakukan filtrasi air dan membiasakan penghematan air. Kalau masih ada hujan, manfaatkan untuk menabung air sehingga kebutuhan saat kemarau bisa lebih terjaga," katanya.
Untuk mendukung penanganan kekeringan, BPBD bersama pemerintah kabupaten dan kota telah menyiapkan cadangan air bersih sebanyak 129 juta liter yang siap disalurkan melalui mekanisme dropping air. Masyarakat yang membutuhkan bantuan diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, maupun BPBD setempat agar distribusi air bersih dapat dilakukan dengan cepat.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada selama musim kemarau dengan menggunakan air secara bijak dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga juga diminta segera melaporkan apabila terjadi kekeringan maupun kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....