Sekolah Rakyat dengan Daya Tampung 1.080 Siswa di Sukoharjo Siap Beroperasi
- 03 Jul 2026 12:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sekolah Rakyat di Kabupaten Sukoharjo siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dengan kapasitas hingga 1.080 siswa. Kehadiran sekolah berasrama ini menjadi yang paling siap di antara sejumlah Sekolah Rakyat permanen yang dibangun di Jawa Tengah.
Kesiapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meninjau lokasi Sekolah Rakyat Sukoharjo, Kamis, 2 Juli 2026. Ia mengatakan, fasilitas pendidikan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 14 Juli 2026.
Menurut Sumarno, proses penerimaan peserta didik dan seluruh persiapan operasional harus segera dirampungkan mengingat tahun ajaran baru segera dimulai. Pemerintah ingin memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Posisi memang tahun ajaran sudah harus mulai. Kita harus segera berproses untuk menerima siswanya," kata Sumarno.
Ia menjelaskan, dari total 16 Sekolah Rakyat yang ada di Jawa Tengah, baik rintisan maupun permanen, fasilitas di Sukoharjo saat ini menjadi yang paling siap digunakan. Sementara itu, sejumlah sekolah permanen lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memastikan Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo akan mulai beroperasi tahun ini. Ia meminta pengelolaan dan perawatan fasilitas dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurut Muhaimin, sinergi tersebut penting karena aset lahan sekolah merupakan milik pemerintah daerah. Dengan perawatan yang baik, fasilitas pendidikan itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menambahkan, Sekolah Rakyat akan menerapkan kurikulum dengan pendekatan multi entry dan multi exit yang disusun bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sistem tersebut dirancang lebih fleksibel agar mampu mengakomodasi siswa dengan latar belakang dan kondisi pendidikan yang beragam.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya terkendala mengikuti pendidikan formal secara berkelanjutan."Jadi nanti kalau ada anak SD yang menyusul mau masuk ke sekolah, tidak ada masalah," ujarnya.
Selain kurikulum yang fleksibel, tenaga pendidik juga diprioritaskan berasal dari daerah tempat sekolah berada. Untuk mendukung kenyamanan proses belajar mengajar, pemerintah turut menyiapkan asrama guru, rumah dinas kepala sekolah, serta guest house bagi orang tua yang berkunjung.
Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo dibangun di atas lahan seluas 52.205 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 29.693 meter persegi. Kawasan pendidikan tersebut dilengkapi ruang belajar, asrama, gedung serbaguna, rumah ibadah, fasilitas olahraga, kantin, dapur, hingga rumah genset.
Fasilitas itu dirancang untuk menampung 1.080 siswa yang terbagi dalam 30 rombongan belajar. Kapasitas tersebut terdiri atas 540 siswa tingkat SD, 270 siswa tingkat SMP, dan 270 siswa tingkat SMA.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....