Panen Raya di Sukoharjo, Gubernur Proyeksikan Produksi Padi Tembus 6,69 Juta Ton
- 24 Jun 2026 17:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Produksi padi Jawa Tengah hingga Juli 2026 diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut setara 63,43 persen dari target produksi padi Jawa Tengah tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 10,5 juta ton.
Proyeksi itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung capaian sektor pertanian sekaligus memastikan kesiapan menghadapi musim tanam berikutnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi turut melakukan panen menggunakan combine harvester dan meninjau pengolahan lahan pascapanen. Ia juga berdialog dengan petani dan sejumlah pemangku kepentingan guna menyerap aspirasi terkait kebutuhan sektor pertanian.
Menurut Luthfi, capaian produksi yang telah diraih menunjukkan kontribusi besar petani Jawa Tengah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, upaya menjaga produktivitas harus terus dilakukan agar target produksi hingga akhir tahun dapat tercapai.
“Ke depan tantangannya adalah perubahan musim, perkiraannya musim kemarau akan panjang. Karena itu seluruh bupati dan wali kota harus melakukan mapping (pemetaan) wilayah yang terdampak kekeringan agar target swasembada pangan dapat terpenuhi,” ujarnya.
Langkah antisipasi tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai strategi mulai dari pipanisasi, sumurisasi, pemanfaatan sumber air baku, hingga distribusi bantuan pompa.
Dalam dialog dengan petani, sejumlah kebutuhan disampaikan untuk mendukung musim tanam berikutnya. Aspirasi itu antara lain terkait ketersediaan air, jaringan listrik untuk sumur pertanian, bantuan alat mesin pertanian, hingga perbaikan jalan usaha tani dan saluran irigasi.
Menanggapi hal tersebut, Luthfi memastikan pemerintah akan terus memperkuat dukungan sarana dan prasarana pertanian. Pemanfaatan combine harvester milik provinsi akan dioptimalkan secara bergilir, sementara usulan tambahan alat mesin pertanian akan diajukan kepada pemerintah pusat.
Selain itu, Jawa Tengah telah menerima sekitar 17 ribu unit pompa yang akan disalurkan sesuai kebutuhan daerah. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu petani menjaga ketersediaan air selama musim kemarau berlangsung.
Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pengendalian Pelaksanaan Sungai Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Rizhali Triutomi Sahan, memastikan pasokan air irigasi di wilayah Bendosari dan sekitarnya masih aman. Ketersediaan air diproyeksikan mencukupi hingga Oktober 2026 sehingga kebutuhan musim tanam ketiga tetap dapat terpenuhi.
“Tidak ada rencana penutupan aliran irigasi. Kebutuhan air untuk musim tanam ketiga tetap dapat terjaga,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengatakan para petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. Pemerintah daerah akan terus mendukung sektor pertanian melalui pembangunan irigasi, bantuan alat mesin pertanian, sumur dalam, dan jalan usaha tani.
Etik berharap dukungan dari pemerintah provinsi terus diperkuat agar berbagai kebutuhan petani dapat terpenuhi. Dengan sinergi yang baik, produktivitas pertanian di Sukoharjo dan Jawa Tengah diyakini dapat terus meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....