Hadapi Karhutla dan Kemarau, Ini Manfaat Modifikasi Cuaca

  • 24 Jun 2026 10:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Modifikasi cuaca menjadi salah satu cara mengendalikan cuaca YANG membutuhkan ketersediaan awan untuk prosesnya. Aktivitas ini ternyata memiliki berbagai dampak dan manfaat, utamanya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan serta menghadapi musim kemarau.

Perekayasa Ahli Muda BMKG Pusat, Fikri Nur Muhammad menyebut, modifikasi cuaca bergantung pada ketersediaan awan. Sebab, prosesnya yang membutuhkan adanya awan yang kemudian dilakukan penyemaian, sehingga ketersediaannya cukup berpengaruh terhadap pelaksanaannya.

“Kalau tidak ada awan maka kita tidak bisa melakukan modifikasi cuaca. Modifikasi cuaca itu bukan membuat hujan, tetapi melakukan penambahan atau pengurangan curah hujan di suatu tempat,” ujarnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Rabu, 17 Juni 2026.

Ketersediaan awan ini dipengaruhi dinamika atmosfer, sehingga sebelum proses dilakukan mereka mengecek prediksi klimat. Potensi awan yang muncul pada tempat yang ditargetkan di periode tertentu, kemudian dimanfaatkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca di sebuah daerah.

“Misalnya di Jawa Tengah atau di Semarang, nanti di dasarian 2 atau 3 Juni nanti, di Jawa Tengah ada potensi awan maka bisa dilakukan. Kita melihat meteonya, dalam order tujuh harian seperti apa kita bisa memaksimalkan,” ucapnya.

Mengenai prioritas daerah yang dilakukan modifikasi cuaca, Fikri menyebut hal ini terlihat dari urgensitasnya. Salah satunya daerah yang dilanda kebakaran hutan dan lahan, di mana daerah dengan hotspot terbanyak menjadi prioritas untuk dilakukan modifikasi cuaca.

“Kemudian kita lihat apakah di situ masih ada embung atau nggak, untuk kondisi air kalau kita tambahkan curah hujan masih ada tidak, itu yang menjadi prioritas. Mana nih daerah yang kira-kira prioritas, oh ternyata hotspotnya ternyata paling banyak ada di Kalimantan makanya kita prioritaskan dulu yang di Kalimantan,” ucapnya.

Selain mengurangi titik api akibat karhutla, modifikasi cuaca juga membantu mengisi waduk atau bendungan sebagai antisipasi kekeringan. Sementara, ketika cuaca ekstrem kering, musim kemarau dapat diperpendek sehingga tetap berpotensi terjadi hujan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....