Teknologi Digital Berkembang Pesat, USM Perkuat Nilai-Nilai Kebangsaan Mahasiswa

  • 12 Jun 2026 16:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (PIB) Universitas Semarang memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Upaya tersebut berkolaborasi dengan Unit Penunjang Nonstruktural (UPNS) Bidang Wawasan Kebangsaan menyelenggarakan Talkshow Penguatan Nilai-Nilai Pancasila pada Jumat, 12 Juni 2026.

Kegiatan yang mengambil tema ''Menguatkan Identitas Kebangsaan melalui Pemanfaatan Digitalisasi yang Berlandaskan Pancasila'' itu diikuti 70 peserta. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dosen FH USM Dr Tri Mulyani SPd SH MH dan dosen Unnes Noorochmat Isdaryanto SS MSi.

Ketua Pelaksana, Rizal Setyaji Nugraha mengatakan, talkshow tersebut menjadi ruang diskusi, edukasi, dan refleksi bagi generasi muda. Khususnya, mengenai pentingnya menjaga identitas kebangsaan di era transformasi digital.

''Kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan. Terutama, dalam mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa yang berlandaskan Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan media digital,'' katanya.

Ia menambahkan, peserta terdiri atas anggota PIB Universitas Semarang (USM) dan anggota PIB Universitas Negeri Semarang (Unnes). Hadir pula delegasi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Semarang.

Pihaknya berharap, kehadiran peserta dari berbagai organisasi kemahasiswaan mampu menciptakan ruang dialog yang konstruktif dan memperkuat sinergi antarmahasiswa dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus maupun masyarakat. ''Kami mengajak peserta untuk memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara bijak, bertanggung jawab, dan selaras dengan nilai-nilai Pancasila,'' ujarnya.

Selain itu, katanya, mereka melakukan diskusi menyoroti peran strategis generasi muda sebagai agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang sehat, produktif, inklusif, serta mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. ''Talkshow Pancasila ini bentuk komitmen bersama dalam menanamkan kembali semangat kebangsaan kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri bangsa di tengah perkembangan teknologi yang semakin kompleks,'' ungkapnya.

Dia berharap, Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam berperilaku dan berinteraksi di ruang digital. ''Kami berharap, dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam memanfaatkan teknologi digital, generasi muda mampu menjadi pelopor dalam membangun ekosistem digital yang beretika, berintegritas, dan berorientasi pada kemajuan bangsa Indonesia,'' ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....