Harga Pangan Relatif Aman, Pemkot Semarang Intervensi lewat Kempling Semar
- 10 Jun 2026 16:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang memastikan harga pangan pokok penting di Kota Semarang masih dalam kondisi relatif aman meski terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas. Sebagai langkah intervensi, Pemerintah Kota Semarang mengerahkan program Gerakan Pangan Murah Kempling Semar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Wali Kota Semarang Agustina mengatakan, sebagian besar harga bahan pokok masih terkendali. Hal itu berdasarkan hasil pemantauan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan di Pasar Peterongan pada Selasa, 9 Juni 2026.
Menindaklanjuti adanya informasi kenaikan harga sayuran di Pasar Peterongan, Agustina menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan(Dishanpan) untuk segera melakukan intervensi melalui program Kempling Semar atau Ketahanan Pangan Keliling Semarang. Program tersebut menggunakan armada keliling yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan sayur mayur dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, Dishanpan juga melakukan pemantauan harga bersama Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan yang melibatkan Polrestabes Semarang, Dinas Perdagangan Kota Semarang, serta Bulog Kanwil Semarang. Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Peterongan, harga bawang merah tercatat mencapai Rp55.000 per kg atau sekitar 30 persen di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp41.500 per kg.
Adapun harga sejumlah komoditas lain yang dipantau, yakni beras SPHP Rp60.000 per 5 kg, minyak goreng Rp23.000 per liter, telur ayam Rp27.000 per kg, serta gula pasir Rp18.500 per kg. Sementara, harga bawang putih terpantau Rp40.000 per kg, ayam potong Rp27.000 per kg, tomat Rp12.000 per kg, wortel Rp15.000 per kg, cabai keriting Rp35.000 per kg, serta cabai rawit Rp55.000 per kg.
“Harga semua komoditas penting yang dipantau pemerintah relatif aman, memang ada kenaikan, tetapi masih dalam kondisi yang aman. Hanya bawang putih yang masih berada di atas HAP atau HET yang ditetapkan pemerintah,” kata Agustina.
Kepala Dishanpan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih menambahkan, program Gerakan Pangan Murah yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota Semarang terbukti efektif. “Hasil monitoring dan evaluasi dari Badan Pangan Nasional menunjukkan harga pangan di Kota Semarang relatif lebih stabil dalam mendukung pengendalian inflasi,” ucapnya.
Terkait kenaikan harga sayur mayur yang sempat dikeluhkan pedagang dan masyarakat, Dishanpan juga menggandeng sejumlah mitra untuk melakukan intervensi pasokan. Mitra tersebut diantaranya, dari program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman(Pak Rahman), kemudian dari Sayur Yuni, dan BUMD JTAB yang menyalurkan stok sayuran ke Pasar Peterongan.
“Pagi ini kami melakukan intervensi bersama mitra. Menggelontorkan pasokan sayuran ke Pasar Peterongan sehingga harga sayuran bisa lebih terkendali,” ujar Endang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....