Purworejo Kembangkan Budidaya Bioflok, Panen Lele Capai 4 Ton per Siklus
- 09 Jun 2026 10:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo – Program budidaya ikan tematik bioflok di Kabupaten Purworejo menunjukkan hasil menggembirakan. Melalui teknologi budidaya yang efisien dan ramah lingkungan, produksi lele dari kelompok penerima program mampu mencapai 2 hingga 4 ton dalam setiap siklus panen.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo, Suyud Jatmiko, mengatakan bioflok merupakan model budidaya perikanan berkelanjutan yang memanfaatkan teknologi kolam bundar dengan penggunaan air dan lahan yang lebih efisien. "Program ini mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat desa," ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi perikanan. Akan tetapi, juga mendukung pemenuhan gizi masyarakat, mengentaskan kemiskinan, serta memperkuat perekonomian desa.
Program budidaya bioflok mulai dijalankan pada 2025 dengan menyasar empat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yakni KDMP Purwosari, Dukuhdungus, Condongsari, dan Kaliharjo. Komoditas yang dibudidayakan adalah ikan lele.
Menurut Suyud, saat ini sebagian kelompok telah memasuki siklus budidaya kedua. Hasil panen yang diperoleh cukup menjanjikan, dengan rata-rata produksi mencapai 2 hingga 4 ton per siklus. Adapun masa pemeliharaan hingga panen berlangsung antara dua hingga empat bulan.
Ia menjelaskan, teknologi bioflok bekerja dengan memanfaatkan sistem aerasi dan mikroorganisme untuk mengubah limbah organik di dalam kolam menjadi flok yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami ikan. Sistem ini dinilai mampu menekan biaya produksi, terutama untuk kebutuhan pakan, sekaligus menjaga kualitas air tetap stabil.
"Selain lebih hemat biaya, metode bioflok juga lebih ramah lingkungan. Limbah organik dapat dimanfaatkan kembali dalam proses budidaya," katanya.
Melihat hasil positif dari pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo mengusulkan penambahan sembilan KDMP baru kepada KKP. Tujuannya untuk mendapatkan bantuan serupa pada 2026.
Desa-desa yang diusulkan berasal dari Kecamatan Bagelen, Ngombol, Kutoarjo, Gebang, Pituruh, Grabag, dan Banyuurip. Saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh KKP.
Suyud berharap pengembangan sentra budidaya ikan di tingkat desa dapat terus dilakukan guna menjaga ketersediaan sumber protein hewani dengan harga terjangkau bagi masyarakat."Ikan yang dihasilkan dapat menopang kebutuhan gizi masyarakat lokal, meningkatkan kesejahteraan pembudidaya, dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis," katanya. (Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....