Jateng Siapkan 3.000 Hektare Lahan demi Kurangi Impor Kedelai

  • 16 Jun 2026 17:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan produksi kedelai lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap impor. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mengembangkan lahan tanam kedelai seluas 3.000 hektare di berbagai daerah sentra produksi pada 2026.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Ikhwan Joko Istarto mengatakan, kedelai merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Menurutnya, berbagai produk olahan seperti tahu, tempe, hingga kecap telah menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari masyarakat.

"Kedelai ini menjadi komoditas penting bagi masyarakat Indonesia. Dari historisnya, di Indonesia menjadi salah satu bahan makanan sehari-hari," kata Ikhwan dalam Dialog Semarang Menyapa RRI Semarang, Selasa, 16 Juni 2026.

Meski demikian, ia mengakui Indonesia masih bergantung pada pasokan kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah terus mengarahkan berbagai program untuk mendukung peningkatan produksi kedelai lokal.

"Idealnya itu swasembada sebetulnya. Sampai saat ini menjadi semacam harapan dari masyarakat pertanian, program-program diarahkan untuk bagaimana kita tidak tergantung terlalu besar terhadap produk impor ini," ujarnya.

Menurut Ikhwan, perluasan areal tanam menjadi salah satu strategi utama untuk mendongkrak produksi kedelai lokal. Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai bentuk dukungan kepada petani berupa benih unggul, stimulan sarana produksi, hingga pendampingan teknis budidaya agar produktivitas tanaman kedelai dapat meningkat.

"Yang paling utama adalah kita melihat pentingnya benih unggul karena biar tidak menggunakan sembarang benih. Kalau dari benihnya sudah unggul harapannya nanti bisa menghasilkan produktivitas lebih tinggi," katanya.

Ikhwan menuturkan, Jawa Tengah memiliki sejumlah daerah yang selama ini menjadi sentra pengembangan kedelai. Wilayah tersebut antara lain Grobogan, Wonogiri, Purworejo, Demak, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, hingga Kebumen.

Menurutnya, daerah-daerah tersebut dipilih karena memiliki kondisi iklim dan karakteristik lahan yang sesuai untuk budidaya kedelai. Selain faktor alam, masyarakat di wilayah tersebut juga telah lama memiliki pengalaman dalam mengembangkan tanaman kedelai secara turun-temurun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....