Gerakkan Ekonomi Desa, Kopdes Merah Putih Pasekaran Kembangkan Potensi UMKM Lokal
- 29 Mei 2026 06:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Koperasi Desa(Kopdes) Merah Putih di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang mulai bergerak memperkuat ekonomi warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah unit usaha berbasis kebutuhan masyarakat mulai dikembangkan untuk mendorong perputaran ekonomi lokal.
Kepala Desa Pasekaran, Azizin, mengatakan koperasi saat ini telah memiliki kepengurusan lengkap dan berbadan hukum. Pembentukan koperasi juga telah melalui musyawarah desa bersama masyarakat.
Menurutnya, pengurus koperasi mulai aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha koperasi ke depan.
Azizin menjelaskan, koperasi diharapkan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Pasekaran. Salah satu usaha yang telah berjalan yakni pengelolaan pangkalan gas LPG 3 kilogram.
“Adanya koperasi bisa sedikit banyak sekarang bisa bermanfaat untuk masyarakat. Katakanlah itu sudah mempunyai usaha menjadi pangkalan gas LPG 3 kilo,” katanya, Selasa, 26 Mei 2026.
Selain itu, koperasi mulai mengembangkan potensi UMKM lokal melalui gerai penjualan produk warga. Produk seperti keripik pisang, keripik tempe, rempah-rempah, hingga makanan ringan akan dipasarkan melalui koperasi.
Azizin menyebut mayoritas warga Desa Pasekaran bergerak di sektor wiraswasta dan UMKM. Karena itu, koperasi diharapkan menjadi ruang pemasaran produk masyarakat.
“Masyarakat itu memang banyak wiraswasta, UMKM, yang diprioritaskan oleh warga masyarakat Pasekaran, sehingga nantinya itu kita akan menggerakkan potensi UMKM untuk bisa menyuplai, nantinya dijual oleh koperasi kepada pembeli. Jadi ada peningkatan peruntukan UMKM untuk di wilayah kami,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Pasekaran, Disprianto, mengatakan pengurus langsung bergerak usai pembentukan koperasi. Komunikasi telah dijalin dengan Bulog, pelaku usaha peternakan, perbankan, hingga Pertamina.
Menurutnya, koperasi masih menghadapi tantangan dalam hal permodalan dan regulasi operasional. Meski demikian, pengelolaan modal anggota dilakukan secara hati-hati agar koperasi berkembang sehat.
“Kami sendiri juga belum berani memberikan peluang atau membuka kesempatan, misalnya dalam bentuk modal penyertaan atau mungkin simpanan-simpanan yang nilainya besar. Karena ya itu tadi, pertama regulasi, yang kedua, kesempatan untuk melaksanakan, kami perlu kehati-hatian karena itu modal masyarakat atau modal anggota,” ujarnya.
Ke depan, koperasi juga akan memanfaatkan kendaraan angkut sebagai armada operasional. Pemerintah desa berharap koperasi mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Pasekaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....