Esensi Kebangkitan Nasional Bagi Generasi Muda
- 20 Mei 2026 10:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Duta Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Raden Muhammad Rizqi Fathurrahman, membagikan pandangannya mengenai kontribusi nyata yang bisa dilakukan oleh anak muda. "Kita tuh bisa gitu untuk pada akhirnya lebih mempromosikan produk-produk lokal yang pada akhirnya itu bisa membantu kan apa ya, esensi UMKM yang pada akhirnya bisa membangkitkan ekonomi lokal juga." Jelasnya. Dalam Dialog Semarang Menyapa bersama Pro 1 RRI Semarang. (20/05/2026)
Selain mendukung ekonomi lokal, Raden juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menggunakan media sosial. Mengenai hal ini, ia berpesan, "Anak muda terutama itu menjadi salah satu yang memegang peran aktif gitu dalam media sosial, yang itu kita bisa ikut bersuara gitu dalam online maupun offline tentang isu-isu kenegaraan."
Terkait peran institusi pendidikan, Raden mendorong agar kampus menjadi motor penggerak dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. "Peran kampus itu harus lebih aktif lagi untuk pada akhirnya menanamkan kesadaran akan kebangsaan itu sendiri,"tegasnya.
Di internal Universitas Diponegoro sendiri, upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme tersebut sudah berjalan melalui kurikulum wajib. "Di Universitas Diponegoro itu sudah memiliki beberapa bukti konkrit gitu untuk menanamkan kesadaran bangsa mulai dari kewajiban mata kuliah Pancasila, kewarganegaraan, dan lain-lain,"imbuhnya.
Ketika ditanya mengenai esensi dari momentum Hari Kebangkitan Nasional, Raden memberikan sebuah sudut pandang yang sangat mendalam. Ia menyatakan secara lugas, "Kalau menurut saya bangkit itu bukan sekali, tapi bangkit itu setiap hari."
Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa ada banyak aspek moral yang harus dibenahi oleh generasi muda saat ini. "Bangkit dari kemalasan untuk berpikir kritis, bangkit dari ketakutan untuk bersuara, dan juga bangkit gitu dari kebiasaan menyebarkan kebencian, dan juga yang paling penting menurut saya, bangkit dari sikap acuh terhadap sesama,"imbuhnya.
Pada akhir sesi dialog, Raden mengingatkan bahwa pemuda hari ini dibekali dengan modal sosial dan intelektual yang sangat besar.
"Kita tidak perlu mati untuk berbakti, cukup hidup dengan bermartabat, berintegritas, dan bermanfaat bagi kita semua,"pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....