Sanggar Tari Metta Bentuk Karakter Generasi Muda Lewat Seni Tradisional

  • 08 Jul 2026 20:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Sanggar Tari Metta di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, membentuk karakter generasi muda melalui pembelajaran seni tradisi. Selain melestarikan budaya, sanggar tersebut juga membekali peserta didik dengan kemandirian, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.

Pendiri Sanggar Tari Metta, Romo Pujianto, mengatakan sanggar didirikan sebagai ruang kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja. Menurutnya, seni budaya mampu menjadi media yang mempererat kebersamaan sekaligus memberikan pengaruh positif bagi perkembangan generasi muda.

"Seni budaya menjadi media yang mampu membaurkan masyarakat, mempererat silaturahmi, serta memberikan pengaruh positif bagi generasi muda," ujarnya kepada RRI, Senin, 6 Juli 2026.

Di Sanggar Tari Metta, peserta tidak hanya belajar gerakan tari, tetapi juga dibiasakan menyiapkan kebutuhan pertunjukan secara mandiri. Mereka diajarkan merias wajah, mengenakan kostum, hingga menyiapkan perlengkapan pentas sebagai bekal membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab.

Menurut Romo Pujianto, pembentukan karakter harus berjalan seiring dengan pengembangan keterampilan seni. Karena itu, setiap proses latihan dirancang untuk menumbuhkan sikap disiplin, mandiri, dan mampu bekerja sama dengan sesama penari.

"Gerakan tari dan musik tidak boleh monoton. Harus mengikuti perkembangan zaman agar anak-anak tetap tertarik mempelajari seni tradisi," katanya.

Ia menjelaskan, Sanggar Tari Metta juga terus berinovasi dalam mengembangkan gerak tari dan iringan musik agar tetap diminati generasi muda tanpa meninggalkan akar budaya. Pengelolaan sanggar pun dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan sehingga orang tua ikut berperan dalam mendukung proses belajar anak.

Romo Pujianto berharap pemerintah terus memperkuat pembinaan terhadap sanggar seni melalui pelatihan, pendampingan, dan penyediaan ruang pertunjukan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat menjadi kunci menjaga regenerasi seniman sekaligus melestarikan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....