Empati dan Bijak Medsos, Kunci Jaga Harmonisasi Sosial Masyarakat Majemuk
- 12 Mei 2026 07:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Hidup di lingkungan yang memiliki masyarakat dengan berbagai latar belakang, memerlukan sebuah harmonisasi sosial untuk merekatkan. Pentingnya empati dan mengantisipasi pengaruh media sosial, dapat menjadi kunci menjaga harmonisasi sosial masyarakat majemuk
Staf Kementerian Agama BEM KM Universitas Negeri Semarang(Unnes) 2026, NG. Gita Ayu Cahyani mengatakan, harmonisasi sosial cukup penting bagi masyarakat Indonesia yang majemuk. Adanya persatuan dan kesatuan dari berbagai keragaman terutama keyakinan yang ada, menjadi fondasi pembentuk yang merekatkan masyarakat satu sama lain.
“Sebenarnya secara garis besar untuk kondisi harmonisasi saat ini, kalau di lingkup Unnes sendiri cukup baik. Jarang ada selisih apapun, kalau di lingkup mahasiswa mungkin mereka udah bisa open minded terhadap perbedaan,” ucapnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 5 Mei 2026.
Kunci utama di masyarakat untuk bisa hidup dengan harmonis, menurut Gita terletak pada empati yang dimiliki. Menurutnya dengan memiliki empati terhadap sesama, maka secara otomatis kerukunan di masyarakat khususnya antar umat beragama akan terjaga dengan baik.
“Ada juga di ajaran agamaku yaitu agama Hindu, ada ajaran Tri Hita Karana sama ajaran Tat Twam Asi. Di Tri Hita Karana itu kita harus rukun terhadap sesama, dan juga diadaptasi dari Tat Twam Asi dimana aku adalah kamu dan kamu adalah aku,” ujar Gita.
Gita mengakui ada sejumlah tantangan dalam menjaga harmoni sosial, termasuk salah satunya ego dari masing-masing orang. Kurangnya pemahaman dan berita hoaks di media sosial, tidak dipungkirinya juga menjadi salah satu tantangan dalam harmonisasi sosial antarumat.
“Dia bisa jadi alat pemersatu kita, tapi itu juga bisa menjadi pemecah kalau kita kurang bisa menggunakannya dengan baik. Positifnya itu kita bisa belajar berbagai macam agama lain yang kita tidak tahu jadi lebih memahami satu sama lain, tapi negatifnya kadang misalnya kita nggak bisa menyaring apa yang kita dapetin,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....