El Nino, BPBD Jateng Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana bagi Masyarakat
- 30 Apr 2026 12:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat. Ia menjelaskan, Jawa Tengah berpotensi menghadapi ancaman banjir, longsor, serta potensi kemarau panjang akibat El Nino.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan edukasi, simulasi, dan persiapan sejak dini untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Bencana merupakan siklus tahunan yang tidak dapat dihindari, namun dampaknya dapat diminimalisir.
“Bencana itu adalah potensi yang bisa terjadi kapan saja. Yang penting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri agar dampaknya bisa dikurangi,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Ancaman bencana yang paling sering terjadi di Jawa Tengah adalah banjir dan tanah longsor, terutama saat musim hujan. Sementara itu, pada 2026 masyarakat juga perlu mewaspadai musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino.
Menurutnya, kesiapan masyarakat saat ini masih beragam. Sebagian sudah memahami pola bencana, namun tidak sedikit yang masih bersikap reaktif ketika bencana terjadi.
BPBD terus mendorong edukasi melalui simulasi dan latihan evakuasi agar masyarakat terbiasa menghadapi kondisi darurat dan tidak panik. “Simulasi itu penting supaya masyarakat tahu harus berbuat apa” katanya.
Dalam lingkup keluarga, kesiapsiagaan dapat dimulai dengan memahami potensi bencana di sekitar serta menyiapkan rencana darurat. Bergas menyebut, individu idealnya mampu bertahan selama tiga hari, sementara keluarga hingga 10 hari dalam kondisi darurat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar seperti makanan, air minum, pakaian, obat-obatan. Masyarakat diingatkan agar tetap waspada tanpa panik, serta terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang merupakan bagian dari siklus alam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....