Sinergi Kampus dan Industri Tekan Angka Pengangguran Terdidik
- 24 Apr 2026 10:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID,Semarang- Masalah pengangguran terdidik masih menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Menanggapi fenomena ini, Rektor Universitas BPD Jateng, Prof. Dr. Srie Tutie Rahayu, M.Si, menekankan bahwa perguruan tinggi harus bertransformasi dan tidak boleh lagi menjadi "menara gading" yang jauh dari realitas masyarakat dan dunia kerja.
Dalam dialog bersama Pro 1 RRI Semarang hari ini, Prof. Tutie memaparkan bahwa kunci utama dalam mempersiapkan lulusan agar siap bersaing adalah dengan mengubah tantangan menjadi peluang melalui peningkatan kompetensi dan keunikan individu.
Universitas BPD Jateng telah mengambil langkah konkret untuk membekali mahasiswa dengan hard skill maupun soft skill yang relevan. Salah satu strategi utamanya adalah memperluas jejaring kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Kolaborasi itu tidak hanya dalam konteks di dalam negeri saja. Kami punya kerja sama dengan luar negeri, sudah beberapa tahun ada kolaborasi internasional, pertama dengan Malaysia dan ke depan kami coba menjajaki dengan Thailand," ujar Prof. Tutie.
Ia menambahkan bahwa wawasan internasional bagi para dosen juga sangat penting agar materi yang diajarkan tidak hanya terpaku pada skala domestik, sehingga menghasilkan kualitas lulusan yang lebih baik.
"Sudah saatnya perguruan tinggi harus bergabung, harus punya keterlibatan dengan industri. Kolaborasi industri dan perguruan tinggi ini pasti akan bisa lebih menyerap mahasiswa untuk menjadi pekerja, untuk mempunyai skill yang lebih bagus," tegasnya.
Prof. Tutie mengajak seluruh elemen, baik perguruan tinggi maupun dunia industri, untuk saling bersinergi. Ia meyakini bahwa dengan memperbanyak praktik lapangan dan pengawalan kompetensi yang ketat, lulusan universitas tidak hanya akan terserap kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....