Hadapi Geopolitik Global, Gubernur Jateng Ajak Hipmi Lebih Kreatif Bangun Ekonomi

  • 20 Apr 2026 10:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Di tengah dinamika geopolitik global, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia(Hipmi) untuk lebih kreatif menciptakan lapangan kerja. Ia menilai, kreativitas menjadi kunci dalam menjaga dan mengungkit perekonomian daerah.

"Hipmi itu ada pengusaha muda, maka harus punya kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja, harus bisa menciptakan ekonomi baru. Tidak menunggu tetapi menjemput bola," katanya saat Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Hipmi Jawa Tengah di Green Valley Hotel, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu, 19 April 2026.

Ia juga mendorong Hipmi Jawa Tengah untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Sinergi tersebut dinilai penting guna mempercepat pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah.

Dalam konsep pemerintahannya, Luthfi mengedepankan pendekatan collaborative government. Ia melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga sektor swasta untuk mendorong kemajuan bersama.

"Jadi harus jeli di masing-masing kabupaten/kota, tempelkan program-program Hipmi ke program kabupaten/kota masing-masing, temui bupati atau wali kotanya. Hipmi juga harus dapat berperan untuk industri padat karya," ucapnya.

Luthfi menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 5,37 persen. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota juga tengah menggenjot investasi. Upaya ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja baru.

Dalam forum tersebut, Luthfi turut menyerap aspirasi para pengusaha muda. Berbagai masukan disampaikan, mulai dari kemudahan perizinan hingga optimalisasi pemanfaatan aset pemerintah.

Salah satu pengusaha asal Banjarnegara, Eko, mengapresiasi komitmen Gubernur dalam mendorong sinergi antara Hipmi dan pemerintah daerah. Ia berharap komunikasi dengan kepala daerah dapat semakin terbuka dan terkoordinasi.

"Komitmen itu sangat berkesan. Selama ini susah bertemu bupati, dengan ini, kalau bisa dikoordinasikan lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said, menyebut pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerahnya terus menunjukkan tren positif. Hal ini didukung keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus sebagai motor penggerak ekonomi.

"Pertumbuhan investasi di Jateng tahun 2025 tumbuh 6,76%, sebelumnya 6,5%, jadi trennya semakin naik dari tahun ke tahun, itu menggembirakan bagi kita. Peran pengusaha sangat besar untuk mendorong pertumbuhan perekonomian," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....