Kesiapsiagaan Bencana di Jawa tengah Perlu Terus Diperkuat

  • 12 Apr 2026 09:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang-Upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana di Jawa Tengah perlu terus diperkuat, terutama melalui edukasi mandiri di tengah keterbatasan program pemerintah. Langkah sederhana berbasis masyarakat dinilai menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kesadaran dan respons warga terhadap potensi bencana.

Koordinator Taruna Siaga Bencana atau Tagana Jawa Tengah, Heriana Adi Candra menyebutkan, berkurangnya program edukasi kebencanaan di tahun 2025 berdampak pada menurunnya pemahaman masyarakat. Padahal, penyadaran sejak dini menjadi kunci penting dalam menekan risiko korban saat bencana terjadi.

"Ternyata di tahun 2025 jumlah korbannya yang meninggal dunia khususnya ini sangat signifikan tinggi sehingga memang kita dari segi relawan maupun pemerintah, harus betul-betul meningkatkan kapasitas masyarakat. Khususnya pengetahuan tentang bagaimana cara menyelamatkan diri pada fase awal, kurangnya kesadaran ini yang menjadi catatan evaluasi," ujarnya.

Menurut dia, penyelamatan diri pada fase awal ini yang harusnya menjadi penyadaran masyarakat. Karena kurangnya pengetahuan dari masyarakat khususnya yang berada di wilayah rawan.

Ia menjelaskan, sosialisasi tidak harus selalu melalui program besar yang membutuhkan anggaran tinggi. Edukasi dapat dilakukan secara mandiri melalui forum warga, seperti pertemuan RT/RW, kegiatan PKK, hingga lingkungan sekolah.

Menurutnya, pendekatan langsung kepada masyarakat justru lebih efektif karena dapat menjangkau kelompok yang paling rentan. Selain itu, simulasi sederhana juga dapat membantu masyarakat memahami langkah penyelamatan diri pada fase awal bencana.

"Kalau untuk membentuk desa siaga bencana kemudian desa tangguh, pembentukan forum pengurangan resiko bencana ataupun pembentukan kampung siaga bencana ini membutuhkan anggaran yang besar tapi kalau hanya sekedar untuk sosialisasi. Ini yang paling mudah paling kita lakukan, kita bisa melakukan pendekatan ketika ada pertemuan-pertemuan di tingkat desa," lanjutnya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu lebih peka terhadap kondisi lingkungan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan seperti lereng dan perbukitan. Mengenali potensi risiko dan jalur evakuasi menjadi langkah penting untuk menghindari dampak yang lebih besar.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan kesiapsiagaan bencana di Jawa Tengah dapat terus meningkat. Edukasi sederhana namun konsisten menjadi fondasi penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....