Harga Mulai Naik, Ratusan Gerakan Pangan Murah Digelar
- 13 Feb 2026 15:11 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Harga sejumlah komoditas pangan di Jawa Tengah mulai merangkak naik menjelang bulan Ramadan. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadwalkan 308 kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota hingga Maret 2026 mendatang.
Pelaksanaan perdana kegiatan dilakukan di kawasan Pucang Gading, Mranggen, Demak pada Jumat 13 Februari 2026. Lokasi ini dipilih karena merupakan wilayah perbatasan yang strategis antara Kabupaten Demak dan Kota Semarang untuk menjangkau konsumen dari kedua wilayah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan, rangkaian kegiatan ini sudah terencana melalui jadwal yang pasti untuk merespons dinamika harga di pasar.
"Jadi, kita sudah punya jadwal untuk kegiatan gerakan pangan murah ini," ujar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat meninjau Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor TVRI Jawa Tengah, Jumat, 13 Februari 2026.
Meskipun stok pangan strategis di Jawa Tengah masih surplus, namun data lapangan menunjukkan adanya tren kenaikan pada beberapa komoditas penting. Harga cabai di pasar saat ini terpantau naik signifikan hingga mencapai Rp77.800 per kilogram, mendekati ambang batas Rp80.000.
Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan Minyakita yang kini dibanderol Rp16.300 per liter. Selain itu, harga daging kerbau beku melonjak Rp110.000 per kilogram dari harga pembelian pemerintah yang seharusnya Rp80.000, serta jagung pakan petelur yang menyentuh Rp6.250 per kilogram.
Menurut Ahmad Luthfi , untuk mengintervensi harga tersebut, 11 pelaku usaha termasuk BUMN pangan, dilibatkan bersama kelompok tani serta UMKM. Pengawasan distribusi juga diperketat oleh Satgas Pangan Jawa Tengah guna mencegah adanya penimbunan oleh spekulan yang dapat memperparah kondisi harga. "Harus kita sisir, mulai dari hilirisasi petani, distributor, sampai ke tempat penjualan dan konsumen," tegasnya
Soimah warga yang mendatangi lokasi GPM mengakui adanya selisih harga yang cukup membantu kebutuhan rumah tangga mereka. Cabai dijual Rp65 ribu per kilogram saat harga pasar mendekati Rp100 ribu. "Ini ada beras, telur, cabai. Cabai ini jauh lebih murah, segini kalau di pasar hampir Rb100 ribu, di sini cuma Rp65 ribu. Minyak juga lebih murah," ujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....