Koperasi Merah Putih Sampangan Dinilai Layak Jadi Model Nasional
- 31 Jan 2026 23:59 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengapresiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan yang dinilai memiliki konsep matang. Koperasi tersebut berpotensi menjadi contoh nasional.
Hal itu dikatakannya saat mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas saat kunjungan di Semarang, Jumat 30 Januari 2026. "Senang banget dan sesuai dari yang disampaikan Pangdam tadi dari Jawa Tengah yang sudah ada packaging-nya bagus di Semarang," ujarnya.
"Koperasi Merah Putih di Kota Semarang ini sangat terkenal, banyak didatangi beberapa kabupaten/kota untuk studi banding. Dan ini kita mau menuju supaya proses penyelenggaraan di sini bisa menjadi teladan bagi koperasi lain," sambungnya.
Agustina mengakui tantangan pengelolaan koperasi skala besar di wilayah perkotaan tidak ringan. Namun, dengan dukungan pemerintah pusat dan gotong royong, ia optimistis KKMP Sampangan bisa berjalan berkelanjutan.
"Cukup berat karena dengan etalase segede ini, dengan bangunan segede ini, tantangan bisnis ke depan harus dihadapi oleh teman-teman koperasi, ini harus disambut dengan berbagai macam persiapan yang matang," ucapnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat akan mendukumg dengan memasok barang siap jual dari Bulog hingga kebijakan yang mengarahkan agar SPPG membeli bahan dari koperasi. Selain itu, Pemkot Semarang akan mendorong penguatan keanggotaan koperasi secara masif.
"Kami juga sudah membuat edaran, seluruh ASN ber-KTP Kota Semarang wajib mendaftar sebagai anggota koperasi," ujarnya. Saat ini, Agustina menyebut terdapat 177 koperasi kelurahan di Kota Semarang.
Menurutnya, sebanyak sembilan koperasi sudah aktif dengan omzet diatas Rp 10 juta per hari, bahkan satu koperasi mencatatkan perputaran hingga Rp 70 juta. Terpisah, Ketua KKMP Sampangan Kuncar Asrianto menyatakan koperasinya itu sebenarnya sudah berjalan sebelum gedung yang baru dibangun. Ia menegaskan, pihaknya siap beroperasi secepatnya.
"Sebelum gedung ini dibangun tiga bulan lalu, koperasi kami sudah bergerak. Kami sudah kerja sama dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, BRI, Pos Indonesia, sampai Pertamina," kata Kuncar.
Ia menyebut, dengan selesainya pembangunan KKMP, koperasi tinggal menambah volume usaha. Bahkan, operasional dimungkinkan dimulai lebih cepat dari target. "Kalau Maret kami sudah siap. Bahkan awal Februari ini pun sebenarnya sudah bisa, tinggal memindahkan barang ke sini," ujarnya.
Kuncar menjelaskan, produk yang disiapkan antara lain beras SPHP, beras premium, Minyakita, serta berbagai komoditas dari UMKM lokal seperti bawang merah, bawang putih, dan telur. Produk-produk tersebut juga akan disalurkan ke kios-kios kecil dan anggota koperasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....