Aksi Haru Mudik Gratis, Pemudik Hidrosefalus Difasilitasi Hingga Antar ke Rumah
- 17 Mar 2026 19:11 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Aksi haru mewarnai program Mudik Gratis 2026 saat seorang pemudik penyandang hidrosefalus mendapat fasilitas khusus hingga diantar ke rumahnya. Perhatian itu diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat pelepasan di Lanud Husein Sastranegara, Senin 16 Maret 2026.
Momen tersebut terjadi ketika Taj Yasin meninjau armada bus yang akan diberangkatkan. Langkahnya terhenti saat melihat seorang penumpang yang harus berbaring di kursi panjang yang telah disiapkan khusus oleh panitia.
Penumpang tersebut diketahui bernama Adelia Adinda Putri (25), warga asal Sukoharjo. Ia tidak dapat duduk maupun berjalan sehingga harus menjalani perjalanan mudik dengan posisi berbaring sepanjang perjalanan.
Melihat kondisi itu, Taj Yasin langsung menghampiri dan memastikan kenyamanan Adelia. Ia menegaskan bahwa pemudik dengan kondisi khusus harus mendapatkan perhatian lebih selama perjalanan.
“Tadi ada dua yang istimewa. Salah satunya Adelia ini, dia tidak bisa duduk karena sakit di punggung,” ujar Taj Yasin.
Tak hanya memastikan kenyamanan selama di perjalanan, Pemprov Jateng juga menyiapkan layanan lanjutan setibanya di tujuan. Adelia akan diantar dari Terminal Sukoharjo hingga ke rumah menggunakan kendaraan yang telah disiapkan.
“Nanti sampai di Terminal Sukoharjo, akan kita antar dengan mobil yang sudah kita siapkan sampai ke rumahnya,” jelasnya.
Fasilitas khusus tersebut disiapkan panitia demi mendukung kebutuhan Adelia selama mudik. Satu baris kursi bus di bagian belakang bahkan diatur khusus agar ia dapat berbaring bersama keluarganya.
Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Bandung Raya, Farchan Djuniaji, mengatakan berbagai penyesuaian dilakukan untuk memastikan perjalanan tetap aman. Mulai dari penyiapan ambulans untuk kebutuhan transit hingga pengaturan ulang kursi dilakukan secara khusus.
“Ini anugerah luar biasa bagi kami bisa memfasilitasi disabel. Satu baris kursi belakang itu kami tata khusus untuk satu keluarga agar mereka nyaman,” ujar Farchan.
Ibu Adelia, Tutik Dwi (56), mengaku terharu atas perhatian yang diberikan kepada putrinya. Ia menyebut baru kali ini bisa mengikuti program mudik gratis dengan fasilitas yang begitu lengkap.
Menurutnya, panitia bahkan sempat menawarkan penjemputan menggunakan ambulans dari rumah. Namun, ia memilih berangkat mandiri karena tidak ingin merepotkan petugas.
Bagi Tutik, perjalanan mudik kali ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Selain bisa pulang kampung tanpa biaya, ia juga merasakan kepedulian yang besar dari seluruh panitia.
“Pengurus dan panitia semuanya baik-baik. Anak saya difasilitasi dengan baik. Semuanya peduli. Saya bahagia bisa ikut di sini. Apalagi gratis, jadi tidak ada pengeluaran,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....