Mudik Gratis Pemprov Jateng, Perantau Ini Hemat Ongkos hingga Rp2,8 Juta
- 16 Mar 2026 19:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membawa kebahagiaan bagi para perantau yang ingin pulang ke kampung halaman. Salah satunya dirasakan Muhammad Mukhid (40), perantau asal Kabupaten Rembang yang mengaku bisa menghemat ongkos perjalanan hingga Rp2,8 juta.
Perantau yang telah 15 tahun bekerja di Bandung sebagai pembuat pelat nomor kendaraan itu mengaku sangat bersyukur. Tahun ini menjadi momen pertama baginya merasakan fasilitas mudik gratis dari pemerintah.
Selama ini, Mukhid mengaku harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk pulang kampung menggunakan bus umum. Harga tiket per orang saat musim mudik bisa mencapai Rp550 ribu hingga Rp700 ribu.
“Biasanya pakai bus umum. Satu orang itu tiketnya bisa Rp550 ribu sampai Rp700 ribu. Itu baru satu orang,” ujar Mukhid saat ditemui sebelum keberangkatan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Husein Sastranegara Bandung, Senin 16 Maret 2026.
Padahal, lebaran tahun ini Mukhid tidak pulang sendirian melainkan memboyong istri dan dua anaknya. Oleh karena itu, jika dihitung ia dapat hemat sekitar Rp2,2 juta hingga Rp2,8 juta hanya untuk tiket perjalanan satu kali.
“Ini satu keluarga berempat. Saya, istri, sama dua anak. Berarti menghematnya lumayan banyak sekali. Sangat membantu kami,” tuturnya.
Menurut Mukhid, uang yang seharusnya digunakan untuk ongkos perjalanan kini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain di kampung halaman. Dana tersebut bisa digunakan untuk keperluan keluarga selama merayakan Lebaran.
Ia juga mengaku terkesan dengan pelayanan yang diberikan panitia penyelenggara. Mulai dari proses pendaftaran hingga fasilitas bus dinilai cukup baik dan tidak menyulitkan para peserta.
“Kesan pertama ya enak, enggak ribet. Fasilitasnya cukup bagus. Harapannya semoga program ini tambah lancar, berkah buat yang mengadakan, dan manfaat buat kita semua,” katanya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang melepas keberangkatan para pemudik turut merasakan kebahagiaan para perantau. Ia berharap perjalanan pulang kampung tersebut menjadi obat rindu bagi mereka yang lama bekerja di tanah rantau.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mendoakan agar para pemudik dapat tiba dengan selamat dan bertemu keluarga dalam keadaan sehat. Menurutnya, momen berkumpul bersama keluarga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para perantau.
“Saya doakan perjalanannya bahagia, ketemu dengan keluarga dengan sehat. Semoga ini benar-benar bisa mengobati rasa kangen Bapak Ibu sekalian,” ujar Gus Yasin.
Ia juga berharap kepulangan para perantau dapat menjadi kesempatan untuk memulihkan semangat. Setelah bertemu keluarga di kampung halaman, mereka diharapkan kembali bersemangat bekerja saat kembali merantau.
Program mudik gratis tahun ini memang diprioritaskan bagi masyarakat dengan latar belakang ekonomi tertentu. Sasaran utamanya adalah pekerja informal seperti buruh lepas, pedagang kecil, dan pelaku usaha mikro.
Dari total 1.142 pemudik asal Jawa Tengah di wilayah Bandung Raya, sekitar 31,4 persen merupakan buruh lepas. Sementara 35,6 persen lainnya berasal dari kalangan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM.
Adapun peserta lainnya terdiri dari guru mengaji, karyawan, asisten rumah tangga, pengemudi ojek online, hingga mahasiswa. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan biaya perjalanan mudik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....