Arus Mudik Diprediksi Membludak, Pemkot Semarang Siapkan Strategi Antisipasi

  • 12 Mar 2026 21:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Sebagai salah satu simpul utama jalur mudik di Pulau Jawa, arus mudik Lebaran 2026 yang melintasi Kota Semarang diprediksi akan melonjak. Untuk mengantisipasinya, Pemerintah Kota(Pemkot) Semarang menyiapkan strategi melalui rapat koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Rapat yang digelar di Ruang Lokakrida, Gedung Balai Kota Semarang, Kamis, 12 Maret 2026 itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, camat, hingga pemangku kepentingan strategis seperti Bank Indonesia, Pertamina, PT KAI, Pelindo, BMKG, dan Bulog.

Agustina menegaskan, Kota Semarang sebagai jalur perlintasan utama mudik di jalur pantura maupun jalur tengah Pulau Jawa harus memastikan seluruh sistem pelayanan publik berjalan optimal selama periode Lebaran. “Koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan keamanan, kelancaran transportasi, stabilitas harga pangan, serta kesiapan layanan publik selama masa mudik dan libur Idulfitri,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Berdasarkan proyeksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret serta 18–20 Maret 2026.

Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 23–24 Maret dan 28–29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Pemkot Semarang bersama Forkopimda menyiapkan berbagai langkah pengamanan serta pengaturan lalu lintas.

Beberapa titik di Kota Semarang juga dipetakan sebagai potensi kemacetan selama arus mudik. Di antaranya Gerbang Tol Kalikangkung, Krapyak, Banyumanik, Jatingaleh, Gayamsari, hingga Kaligawe yang menjadi jalur utama perlintasan kendaraan.

Forum HLM TPID juga membahas upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Berdasarkan data terakhir, inflasi Kota Semarang pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,65 persen secara tahunan sehingga perlu menjaga stabilitas harga pangan.

Pemkot Semarang juga memastikan kesiapan berbagai sektor layanan publik, mulai dari layanan kesehatan, transportasi, keamanan, kebersihan kota, hingga ketersediaan bahan pangan. Seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan selama periode mudik dan Lebaran.

Di sisi lain, Pemkot Semarang juga menyiapkan program Mudik Gratis 2026. Pemkot menyediakan 12 armada bus bagi warga Semarang yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Semarang maupun sebaliknya.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. Seluruh unsur pemerintah dan stakeholder harus bergerak bersama memastikan kesiapan Kota Semarang dalam menghadapi arus mudik maupun aktivitas masyarakat selama Lebaran,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....