Siap Dilintasi Arus Mudik Lebaran, Pemantapan Jalan Pantura Dikebut
- 28 Feb 2026 16:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Menjelang arus mudik 2026, pemantapan jalan nasional di Jawa Tengah dikebut agar siap dilintasi pemudik. Hingga 27 Februari 2026, tingkat kemantapan jalan nasional tercatat mencapai 93,47 persen.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menyebut Jalur Pantura menjadi fokus utama penanganan. Ruas tersebut merupakan tulang punggung arus kendaraan dari barat ke timur Pulau Jawa.
Penambalan dan perbaikan jalan ditargetkan rampung maksimal H-10 Lebaran. Pemerintah memastikan kondisi jalan aman dan nyaman sebelum puncak arus mudik.
Salah satu pekerjaan prioritas adalah peninggian 700 meter ruas Kaligawe di Semarang. Pekerjaan dilakukan di jalur cepat dan lambat mulai perbatasan jembatan tol hingga depan pintu masuk rumah sakit di kawasan tersebut.
Iqbal menargetkan ruas tersebut sudah berfungsi pada 11 Maret 2026. Dengan demikian, jalur cepat dan lambat dapat dilalui kendaraan saat arus mudik meningkat.
Ruas Kaligawe dikenal sebagai salah satu segmen terpadat di Kota Semarang. Jalur ini menjadi penghubung utama rute jarak jauh Jakarta–Surabaya sekaligus akses vital Semarang–Demak.
"Kalau ditutup total memang bisa lebih cepat selesai. Tapi volume kendaraan di situ sangat tinggi, sehingga tidak memungkinkan dilakukan penutupan penuh,” katanya.
Selain Kaligawe, penanganan juga difokuskan di Pekalongan, Pemalang, Batang, dan Kendal. Sejumlah ruas di wilayah tersebut terdampak kerusakan akibat tingginya intensitas hujan pada Januari hingga awal Februari.
Pekerjaan preservasi meliputi patching, perbaikan rigid pavement, overlay aspal, serta penanganan lubang. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan dan gangguan perjalanan.
Secara keseluruhan, jalan nasional di Jawa Tengah mencakup 256 ruas dengan total panjang 1.581,45 kilometer. Kondisi tersebut menjadi prioritas karena provinsi ini merupakan simpul utama perlintasan nasional.
Tak hanya jalan, kesiapan jembatan nasional juga dipastikan optimal. Dari 852 unit jembatan dengan panjang total 33.075,32 meter, tingkat kemantapan mencapai 97,41 persen berdasarkan unit dan 95,67 persen berdasarkan panjang.
Iqbal mengakui cuaca menjadi tantangan utama pengerjaan di lapangan. Meski demikian, seluruh satuan kerja diminta tetap responsif agar target tidak terganggu.
"Kalau hujan malam, pagi harus sudah siap kerja. Target tidak boleh terganggu. Persiapan alat, bahan, dan tenaga harus selalu siap,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan daerahnya menyambut pemudik Lebaran 2026. Ia menyebut percepatan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas mengingat Jawa Tengah merupakan wilayah perlintasan utama nasional.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sekitar 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Dengan lonjakan tersebut, pemerintah optimistis pemudik dapat melintas lebih aman dan lancar tahun ini.
“Kita mempunyai jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....