Masyarakat Tanimbar Jaga kerajinan Anyaman Atap Sagu
- 21 Jul 2025 08:05 WIB
- Saumlaki
KBRN, Saumlaki: Selain dikenal dengan ketrampilan menenun, masyarakat di Kepulauan Tanimbar juga dikenal dengan kebiasaan memanfaatkan kerajinan tradisional yang diadaptasi dari kebiasaan yang diajarkan sejak turun temurun. Salah satu yang paling dikenal adalah tradisi teknik pembuatan anyaman atap rumbia di desa olilit timur, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Rabu (23/7/2025).
Hal ini tentu saja semakin melemahkan nilai jual dan minimnya konsumen yang kurang tertarik dengan seni kerajinan tradisional yang dianggap kuno dan dinilai ketinggalan jaman.
Di kepulauan tanimbar, hingga saat ini masih terdapat beberapa pengrajin atap rumbia tradisional yang meskipun minim konsumen namun masih terus berupaya untuk melestarikan kerajinan ini.
Hal itu disampaikan salah satu pengrajin atap rumbia acelo yang ditemu rri .co.if dalam budaya seribu pulau mengatakan Pekerjaan membuat atap rumbia ini sudah ditekuni turun temurun dari leluhurnya. Meskipun bahan-bahan untuk membuat atap daun ini semakin sulit didapat dan semakin berkurangnya konsumen, namun dirinya bertekat untuk terus menekuni kerajinan pembuatan atap ini.
‘’Untuk bahan-bahan pembuatan atap rumbian khusus untuk daun rumbia masih banyak disini, tapi karna perkembangan zaman membuat masyarakat lebih memilih mengggunakan atap yang mudah di dapat di took seperti seng, asbes dan genting.’’ ungkapnya.
Ditambahkannya, Penggunaan atap rumbia di Tanimbar memang mulai berkurang, terutama di daerah yang lebih modern. Namun, di pedesaan atau wilayah adat, atap rumbia masih digunakan sebagai bagian dari arsitektur tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi.
Lanjutnya Penggunaan atap rumbia dapat menjadi contoh bagaimana masyarakat Tanimbar mempertahankan tradisi dan budaya sambil beradaptasi dengan perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....