Pengrajin Lokal kreasikan daun lontar menjadi bakul bernilai ekonomi

  • 13 Jun 2026 16:23 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Bakul merupakan wadah tradisional serbaguna yang hingga kini masih eksis dan memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain berfungsi sebagai tempat menyimpan hasil bumi atau barang belanjaan, kerajinan tangan ini juga memiliki nilai seni dan potensi ekonomi yang menjanjikan jika dikelola dengan baik.

Hal itu disampaikan oleh Maximina, salah satu pengrajin bakul tradisional berbahan dasar daun lontar. Ia mengungkapkan bahwa proses pembuatan wadah anyaman ini menuntut kesabaran yang luar biasa serta keahlian khusus.

"Pembuatan bakul ini memang butuh ketelitian tinggi karena kita harus menganyamnya dengan sangat baik agar bisa mendapatkan hasil yang kokoh, rapi, dan berkualitas," ujar Maximina saat ditemui di tempat produksinya.

Cara menganyam bakul dari daun lontar ini sendiri memerlukan beberapa tahapan teknis. Prosesnya diawali dengan pemilihan daun lontar muda berkualitas yang kemudian dibersihkan, dilenturkan, lalu dijemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah warnanya berubah menjadi putih kecokelatan, daun tersebut dibelah menjadi bilah-bilah kecil berukuran sama.

Proses penganyaman dimulai dari bagian dasar bakul sebagai fondasi, kemudian ditarik secara bertahap membentuk dinding wadah, dan diakhiri dengan teknik penguncian yang kuat pada bagian bibir bakul agar anyaman tidak mudah terlepas.

Kerajinan anyaman buatan Maximina ini juga ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau dan bervariasi. Saat ditanya soal harga, Maximina menjelaskan bahwa bakul-bakul tersebut dijual berdasarkan ukuran dan tingkat kerumitan pembuatannya.

"Untuk bakul berukuran kecil, harganya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000 per buah. Sedangkan untuk bakul yang berukuran besar, dijual dengan harga Rp100.000 sampai Rp150.000," pungkasnya.

Melalui ketekunan para pengrajin seperti Maximina, pemanfaatan bahan alam lokal seperti daun lontar tidak hanya mampu melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga menjadi penopang ekonomi keluarga di sektor industri kreatif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....