Kecerdasan Buatan Bantu Kontestan Dare Pontianak Pelajari Budaya Lokal

  • 25 Sep 2026 19:53 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Persiapan menjadi Dare Pontianak 2026 mendorong Farras Dila memperluas pengetahuan mengenai budaya dan adat istiadat Kota Pontianak. Di tengah perkembangan teknologi digital, Farras memanfaatkan berbagai sumber informasi daring, termasuk Google dan kecerdasan buatan untuk mendukung proses belajarnya.

Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak tersebut mengaku harus mempelajari berbagai pengetahuan mengenai daerah yang diwakilinya. Proses itu dilakukan sebagai bagian dari persiapan agar dirinya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai budaya dan karakter Kota Pontianak.

“Kalau dari Farras sendiri itu cukup panjang untuk belajar ilmu. Kan Farras sebagai Dare Kota Pontianak nih kan kita belajar tentang apa sih yang ada di Kota Pontianak, budayanya atau adat istiadatnya,” kata Farras dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Jumat 25 September 2026.

Menurut Farras, perkembangan teknologi membuat akses terhadap informasi mengenai budaya daerah menjadi lebih mudah. Ia memanfaatkan mesin pencari dan teknologi kecerdasan buatan untuk menemukan berbagai informasi yang dibutuhkan selama masa persiapan.

“Untuk kesulitannya sih tidak ya, karena kan sekarang era digitalisasi, media sosial banyak. Di situ kan Farras cari kayak di Google, di kecerdasan buatan gitu kan, nah banyak Farras cari di situ sih,” ujarnya.

Meski teknologi memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi, Farras menilai penggunaannya tetap harus dilakukan secara bijak. Informasi yang diperoleh melalui berbagai platform digital perlu digunakan sebagai sarana belajar dan mendukung proses pemahaman terhadap materi yang dipelajari.

“Benar, benar sekali. Iya, harus bijak juga,” ungkapnya.

Selain mengandalkan teknologi, Farras tetap menjadikan proses belajar sebagai bagian penting dalam mempersiapkan diri menjalankan peran sebagai Dare Pontianak. Pengetahuan mengenai budaya dan adat istiadat dinilai penting karena gelar tersebut membawa tanggung jawab untuk merepresentasikan daerah.

Farras berharap, generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk mengenal budaya lokal secara lebih luas tanpa mengabaikan pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi. Menurutnya, kemudahan teknologi dapat menjadi peluang untuk memperkuat pengetahuan generasi muda terhadap budaya daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....