Viral! Foto Masa Kini Disulap Jadi Potret Jadul dengan AI

  • 16 Sep 2026 15:03 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Tren mengubah foto masa kini menjadi potret bergaya ala tahun 1880-1990-an, saat ini sedang ramai di berbagai platform media sosial. Teknologi kecerdasan buatan (AI), membuat hasilnya tampak seperti dokumentasi asli kehidupan masyarakat pada zaman itu.

Hasil gambar yang dibuat, memberikan suasana dan nuansa klasik lewat pakaian, background foto, hingga karakter visual khas fotograpi zaman dulu. Tampilan tersebut, membuat seseorang seolah-olah sedang berfose di depan kamera lebih dari satu abad silam.

Salah satu keunikan yang dihasilkan oleh trend ini adalah kemampuannya dalam menggabungkan antara wajah modern dengan suasa kehidupan di era zaman dulu. Hasil akhirnya, kemudian menyerupai koleksi arsip keluarga yang ditemukan dari masa lalu.

Untuk membuat foto kekinian menjadib bernuansa tahun 1880-1990-an, pengguna cukup mengunggah sebuah foto ke situs layanan pengolah berbasis AI dengan mengetik serta memasukan instruksi sesuai dengan tahun yang diinginkan. Selanjutnya, sistem akan menyelaraskan serta menyesuaikan berbagai unsur visual, agar gambar yang dihasilkan menyerupai karakteristik sesuai dengan permintaan.

Efek yang dihasilkan oleh situs AI biasanya berupa warna monokrom atau kecokelatan, tekstur kasar, serta pencahayaan yang sederhana. Detail pada busana yang dikenakan dan lingkungan sekitar tempat berfoto, juga turut diubah sehingga kesan historis terasa semakin kuat.

Fenomena ini menunjukan bahwa kemajuan teknologi yang berkembang pesat saat ini, mampu menampilkan pengalaman visual yang berbeda bagi masyarakat. Kemampuan dalam menghadirkan kembali suasana tahun 1880-1990-an, menjadi bagian tidak terpisahkan dari eksplorasi kreatif di ruang digital.

Walaupun memberikan pengalaman visual yang menarik untuk sebagian besar orang, namun harus tetap diingat bahwa hasil dari trend ini adalah rekayasa virtual yang dibuat oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Perkembangan teknologi generatif memungkinkan batas antara fotografi modern dan representasi sejarah terlihat semakin menarik bagi pengguna internet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....