Pakan Mahal Jadi Kendala Pembudidaya Ikan di Sanggau

  • 05 Sep 2026 20:53 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau – Tingginya harga pakan masih menjadi kendala utama bagi pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Sanggau. Kepala Bidang Perikanan DKPTPHP Kabupaten Sanggau, Butet Karolina Barus, mengatakan biaya pakan yang tinggi membuat biaya produksi terkadang tidak sebanding dengan harga jual ikan.

“Yang agak kesusahan itu harga pakan, karena setiap pembudidaya, baik itu pembudidaya ikan lokal maupun ikan konsumsi, semuanya merasa mengeluh dengan harga pakan yang sangat tinggi. Karena biasanya cost-nya untuk budidaya dengan harga jual kadang-kadang tidak masuk,” kata Butet di Sanggau, Sabtu 5 Agustus 2026.

Menurutnya, pakan menjadi salah satu komponen utama dalam biaya budidaya ikan. Kondisi tersebut membuat pembudidaya perlu melakukan penghematan agar usaha tetap memberikan keuntungan.

“Biasanya kami sosialisasi dari staf saya, kita usahakan analisa untuk mengurangi cost. Caranya mungkin kita padatkan di pabrikan pada saat usia benih ikan di awal sampai dua bulan pertama,” ujarnya.

Butet menjelaskan, penggunaan pakan dengan kandungan protein tinggi lebih diprioritaskan pada fase awal pertumbuhan ikan. Setelah memasuki masa pembesaran hingga mendekati panen, pembudidaya dapat menggunakan pakan dengan harga lebih rendah atau kandungan protein yang lebih rendah.

“Pada saat kita sudah dua bulan, mau menuju ke tiga bulan, mau panen, itu biasanya kita tambahkan mungkin kasih pakan yang lebih murah atau proteinnya agak rendah. Nah, itu cara menekan cost pembiayaan budidaya,” jelasnya.

Ia memaparkan, DKPTPHP Sanggau juga telah berupaya mengembangkan pakan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan. Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala karena sejumlah bahan baku berprotein tinggi sulit diperoleh di Kabupaten Sanggau.

“Contohnya tepung ikan, tepung darah, terus untuk menghasilkan protein kita butuh misalnya kepala ikan teri. Kita untuk cari di sini kan susah karena itu hasil laut. Nah, kalaupun kita harus mendatangkan dari luar, cost-nya jadi besar juga,” katanya.

Butet menambahkan, kandungan protein menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pakan ikan. Pakan untuk benih atau starter membutuhkan kandungan protein sekitar 40 persen, sedangkan pakan pembesaran membutuhkan sekitar 30 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....