LKK Entikong: Tingkat Keparahan Super Flu Bergantung pada Sistem Imun
- 02 Okt 2026 21:39 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Kendati bukan tergolong varian penyakit baru dalam dunia medis, istilah super flu kembali menjadi sorotan di tengah masyarakat dan sempat viral di media pada tahun 2025 lalu. Fenomena ini, merujuk pada salah satu varian influenza tipe A yang perlu dipahami secara benar, supaya tidak menimbulkan kepanikan.
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Penindakan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan, Loka Kekarantinaan Kesehatan (LKK) Entikong, Gilda Ditya Asmara menilai penyebutan istilah super flu tidak serta-merta menunjukkan adanya jenis penyakit yang memiliki tingkat keganasan tertentu. Pemahaman masyarakat, menurutnya menjadi bagian penting agar istilah yang beredar tidak menimbulkan persepsi berlebihan terhadap risiko kesehatan.
"Mungkin istilah super flu ini terdengar menakutkan ya, karena ada kata supernya. Tapi, secara medis sendiri, ini adalah salah satu varian dari banyaknya influenza tipe A yang kemarin di tahun 2025 sempat ramai di media sosial," kata Gilda Ditya Asmara dalam Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 2 Oktober 2026.
Ia mengatakan, kondisi daya tahan tubuh seseorang, menjadi salah satu faktor yang menentukan respons saat terpapar influenza. Menurutnya, setiap orang memiliki sistem imun dan pertahanan tubuh berbeda-beda, tingkat gejala yang dialami, tidak selalu sama meskipun terinfeksi varian serupa.
"Virus ini, pada awal kemunculannya dan mulai merebak gejala cukup berat. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, sebenarnya tidak ada keparahan yang signifikan. Jadi kalau bicara berat atau tidaknya super flu ini, sebenarnya lebih kepada sistem imun tubuh seseorang," ucapnya.
Lebih lanjut, menurutnya kewaspadaan dan tetap menjaga pola hidup yang bersih serta sehat, harus tetap dilakukan terutama bagi masayarakat yang memiliki mobilitas tinggi. Ia menilai, langkah pencegahan serta pemantauan kesehatan dapat membantu mengurangi peluang penularan ketika seseorang berpindah dari satu wilayah menuju kawasan lainnya.
"Pengawasan kesehatan ini sangat penting dilakukan, termasuk oleh kami dari LKK Entikong. Apalagi terhadap para pelaku perjalanan lintas negara, karena ketika kita berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain, maka kita bisa saja terpapar oleh populasi dan masyarakat yang berbeda, sehingga virus-virus baru ini bisa lebih mudah menjangkiti kita," ujar Gilda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....