Alasan Pohon Karet Mengeluarkan Air Setiap Hari
- 16 Sep 2026 15:08 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Pohon karet (Hevea brasiliensis) memiliki keunikan biologis yang luar biasa. Meskipun kulit batangnya diiris setiap pagi hingga mengeluarkan cairan putih yang melimpah, pohon ini tetap tumbuh subur dan tidak mati. Fenomena ini sering menimbulkan rasa penasaran mengenai mekanisme yang terjadi di dalam jaringan tanaman tersebut.
Cairan putih yang sering kita sebut sebagai air karet sebenarnya adalah lateks, yaitu emulsi kompleks yang tersimpan dalam jaringan sel khusus bernama pembuluh lateks. Berbeda dengan pembuluh kayu (xilem) yang mengangkut air dari akar atau pembuluh tapis (floem) yang mengedarkan hasil fotosintesis, pembuluh lateks tersusun melingkar di lapisan kulit batang.
Keluarnya lateks saat kulit pohon diiris dipicu oleh adanya tekanan turgor di dalam sel-sel pembuluh lateks. Pada pagi hari, tekanan turgor jaringan tanaman berada pada tingkat paling tinggi karena penguapan air melalui daun belum banyak terjadi. Saat alur sadap dibuka, perbedaan tekanan membuat lateks terdorong keluar secara alami.
Lateks yang keluar dari batang pohon karet tidak akan mengalir secara terus-menerus sampai habis. Di dalam lateks terdapat partikel penyumbat (lutoid) yang akan pecah saat cairan bereaksi dengan udara luar. Proses ini memicu pembekuan atau koagulasi alami di mulut luka penyadapan. Gumpalan lateks yang mengering inilah yang secara otomatis menutup aliran, sehingga pohon tidak kehabisan cairan dan terhindar dari dehidrasi ekstrem.
Setelah aliran lateks terhenti, pohon karet langsung memulai proses regenerasi di dalam jaringannya. Pohon menyerap air, gula (sukrosa), serta nutrisi dari tanah untuk merangsang biosintesis partikel karet baru. Melalui reaksi metabolisme selular, pembuluh lateks yang telah kosong akan terisi kembali dalam hitungan jam. Kemampuan sintesis secara kontinu inilah yang membuat pasokan lateks seolah-olah tidak pernah habis.
Alasan utama pohon karet tetap bertahan hidup adalah teknik penyadapan yang menjaga keberadaan lapisan kambium. Penyadap berpengalaman hanya mengiris kulit luar setebal beberapa milimeter dan menyisakan sedikit lapisan tipis sebelum kambium. Karena kambium tidak rusak, sel-sel kulit baru dapat terus membelah dan memulihkan bekas irisan.
Kendati memiliki daya tahan yang tinggi, penyadapan berlebihan tetap dapat membahayakan kesehatan pohon karet. Jika diiris terlalu dalam hingga merusak kambium atau disadap tanpa jeda istirahat, pohon bisa mengalami kelelahan fisiologis yang memicu penyakit Kering Alur Sadap (KAS). Oleh karena itu, tata kelola penyadapan yang tepat merupakan kunci utama agar pohon karet dapat terus mengalirkan cairan setiap hari sekaligus mempertahankan kelangsungan hidupnya hingga puluhan tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....