Pemkab Pamekasan Dorong Pengembangan Wisata Desa Wisata

  • 06 Okt 2026 14:17 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Disporabudpar Kabupaten Sampang mendorong pengembangan potensi lokal menjadi daya tarik wisata di setiap desa.
  • Desa wisata tidak harus mengandalkan pemandangan alam yang indah, tetapi bisa dikembangkan melalui sektor pertanian, kuliner, budaya, dan kehidupan masyarakat.
  • Kepala Bidang Pariwisata Endah Nursiskawati menyatakan bahwa hampir setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari desa wisata.

RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mendorong desa mengembangkan potensi lokal menjadi daya tarik wisata. Desa wisata dinilai tidak harus memiliki pemandangan alam yang indah, tetapi bisa mengandalkan pertanian, kuliner, budaya hingga kehidupan masyarakat.

Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Sampang Endah Nursiskawati mengatakan hampir setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari desa wisata.

"Sampang luar biasa. Pertanian, kuliner, apalagi budaya, luar biasa semua. Itu bisa menjadi satu kesatuan dan perlu diberdayakan," kata Endah dalam Dialog Sampang Menyapa RRI Sampang, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurutnya, konsep desa wisata adalah bagaimana potensi yang sudah ada di desa dikemas menjadi pengalaman bagi wisatawan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru.

"Desa wisata sekarang bagaimana wisatawan merasakan sesuatu yang berbeda dari tempat dia berasal," ucapnya.

Ia menyebut potensi pertanian Sampang dapat dikembangkan menjadi agrowisata dan wisata edukasi. Begitu pula hasil pertanian seperti jagung, bawang, garam dan padi dapat dikemas menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Selain pertanian, posisi geografis Sampang yang dikelilingi Laut Jawa dan Selat Madura juga membuka peluang pengembangan wisata bahari.

"Potensi tersebut dapat dikombinasikan dengan wisata kuliner maupun kampung nelayan," ujarnya.

Endah menegaskan pengembangan desa wisata harus berbasis pada potensi lokal. Artinya, desa tidak harus mengejar konsep wisata dari daerah lain, melainkan mengolah keunggulan yang sudah dimiliki.

"Konsepnya berbasis dengan apa yang ada di desanya. Tidak harus indah, tetapi bagaimana kita mengolah itu menjadi potensi desa dan dikemas untuk pasar wisatawan," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....