Pasca Panen Tembakau, Kebakaran Lahan di Sampang Melonjak Tajam

  • 06 Okt 2026 21:42 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Fenomena iklim El Nino dan cuaca gersang tropis menjadi penyebab utama lonjakan kasus kebakaran di Kabupaten Sampang dengan peningkatan dari 68 kejadian pada Agustus menjadi 92 kejadian pada September 2024.
  • Kawasan utara Kabupaten Sampang dan ladang tembakau merupakan wilayah yang paling rawan terbakar karena dua per tiga wilayah Sampang merupakan lahan kering.
  • Selain kebakaran, masyarakat Kabupaten Sampang juga mengalami krisis air bersih sebagai dampak langsung dari cuaca gersang dan kondisi iklim ekstrem saat ini.

RRI.CO.ID, Sampang - Dampak fenomena iklim El Nino dan cuaca gersang tropis di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terus memicu lonjakan kasus kebakaran. Sekitar dua per tiga wilayah Sampang yang merupakan lahan kering, terutama di bagian utara dan ladang tembakau, menjadi kawasan yang sangat rawan terbakar dan mengalami krisis air bersih.

Kasi Ops Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Daerah Kabupaten Sampang, Maftuh Fatthorrohman, mengungkapkan adanya tren peningkatan kasus kebakaran yang cukup signifikan selama musim kemarau tahun ini. Pada bulan Agustus, tercatat ada 68 kejadian kebakaran. Angka ini melonjak tajam hingga pada bulan September mencapai 92 kejadian dalam kurun waktu satu bulan.

"Prediksi BMKG memperkirakan adanya kemunduran musim hujan, sehingga potensi kemarau masih berlangsung panjang. Lahan kering memicu tingginya angka kebakaran di Sampang, terutama akibat kelalaian warga saat membersihkan sisa panen tembakau dan sampah." tutur Maftuh pada program Kentongan di RRI Sampang, Selasa 6 Oktobe2 2026.

Sekitar 60 persen dari total kejadian merupakan kebakaran lahan kering. Pemicu utamanya didominasi oleh faktor kelalaian manusia, seperti kebiasaan membakar sampah dan pembersihan lahan pascapanen. Maraknya pembakaran sisa batang tembakau dan ilalang kering di tengah cuaca panas serta angin kencang membuat api sangat mudah meluas dan sulit dikendalikan.

Meskipun sebagian besar kebakaran lahan berada jauh dari pemukiman warga, asap tebal yang ditimbulkan tetap mengganggu kesehatan lingkungan. Pihak Damkar Sampang mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak lagi membersihkan lahan dengan cara dibakar, guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan pemukiman warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....