Masyarakat Diingatkan untuk Lebih Bijak Bermedia Sosial
- 01 Okt 2026 21:42 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Penyuluh Agama Islam mengajak masyarakat untuk bijak dan berakhlak dalam menggunakan media sosial dengan mempertimbangkan dua sisi dampaknya.
- Media sosial memiliki potensi manfaat besar jika digunakan secara positif, tetapi dapat merusak jika digunakan tanpa tanggung jawab.
- Panduan etika bermedia sosial menurut ajaran Islam meliputi verifikasi berita (tabayun), santun dalam bertutur kata, dan menghindari unggahan yang memprovokasi.
RRI.CO.ID, Sampang - Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sreseh, Badrut Tamam, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan berakhlak dalam menggunakan media sosial. Ia menilai, platform digital memiliki dua sisi yang bertolak belakang yakni dapat membawa manfaat besar jika digunakan dengan positif, namun berpotensi merusak jika digunakan secara tidak bertanggung jawab.
Ia merinci beberapa panduan etika bermedia sosial menurut ajaran Islam, di antaranya melakukan verifikasi berita (tabayun), santun dalam bertutur kata, serta menghindari unggahan yang bersifat memprovokasi.
“Menjaga privasi diri dan menghormati hak cipta atau konten milik orang lain juga menjadi bagian dari tanggung jawab moral setiap pengguna media sosial,” jelasnya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa seluruh jejak digital, baik berupa ketikan maupun konten yang dibagikan, dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
‘Selain potensi pelanggaran etika, penggunaan media sosial yang berlebihan juga berisiko mengganggu kestabilan kehidupan sehari-hari jika tidak dibatasi dengan manajemen waktu yang baik,” tutupnya.
Peringatan khusus ditujukan kepada para orang tua untuk membatasi durasi penggunaan gawai pada anak-anak dan generasi muda. Pengawasan ketat diperlukan agar keberadaan gawai tidak menyita waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar, beribadah, mengaji, serta berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....