Cegah Fitnah Digital, Masyarakat Diajak Utamakan Tabayun

  • 01 Okt 2026 21:12 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Kebiasaan copy-paste informasi tanpa verifikasi menjadi pemicu utama penyebaran informasi bohong dan narasi provokatif di media sosial yang memicu fitnah dan perpecahan masyarakat.
  • Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sreseh, Badrut Tamam, menekankan pentingnya prinsip tabayun sebagai solusi untuk mengatasinya.
  • Islam mengajarkan prinsip tabayun yaitu melakukan verifikasi ketat terhadap setiap informasi yang diterima melalui gawai sebelum disebarkan kembali.

RRI.CO.ID, Sampang - Maraknya penyebaran informasi bohong dan narasi provokatif di media sosial menjadi perhatian serius. Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sreseh, Badrut Tamam, menyebutkan bahwa kebiasaan langsung mengunggah ulang (copy-paste) informasi tanpa diklarifikasi menjadi pemicu utama munculnya fitnah dan perpecahan di masyarakat.

Untuk mengatasi hal itu, Islam mengajarkan prinsip tabayun atau melakukan verifikasi ketat terhadap setiap informasi yang diterima melalui gawai.

“Menjaga etika dalam berkomunikasi digital juga mencakup penggunaan bahasa yang santun serta menghindari perilaku ghibah, mengadu domba, dan membongkar aib sesama di platform publik,” ucapnya, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Di samping memfilter informasi, menjaga privasi menjadi poin krusial yang tidak boleh diabaikan. Menampilkan konten yang tidak pantas atau menyebarkan foto dan video milik orang lain tanpa izin merupakan bentuk pelanggaran etika digital yang dapat membawa konsekuensi hukum maupun moral.

Oleh karena itu, keberadaan media sosial hendaknya dimanfaatkan secara bijak sebagai wadah menyebarkan ilmu yang bermanfaat.

“Pengguna juga diharapkan mampu mengelola waktu dengan baik agar aktivitas di dunia maya tidak melalaikan kewajiban utama, seperti ibadah dan interaksi sosial di kehidupan nyata,” tutupnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....