Dua Armada BPBD Sampang Layani 78 Desa Kering Kritis

  • 30 Sep 2026 08:16 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang: Keterbatasan armada membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang harus mengatur secara bergantian distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di 12 kecamatan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan saat ini pihaknya hanya memiliki dua armada untuk melakukan dropping air bersih ke wilayah yang masuk kategori kering kritis.

"Kita punya dua armada dan digunakan secara bergantian untuk 12 kecamatan. Jadi penyalurannya memang dilakukan secara bergantian," kata Hozin, Rabu 30 September 2026.

Menurutnya, keterbatasan armada membuat jumlah bantuan air yang diterima setiap desa tidak selalu sama. Dari 78 desa yang masuk kategori kering kritis, ada desa yang mendapatkan dua tangki, sementara desa lainnya hanya memperoleh satu tangki.

"Jadi memang tidak bisa kita samakan semuanya. Kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan," ujarnya.

Hozin menyebut, dengan dua armada yang tersedia, BPBD Sampang maksimal dapat mendistribusikan enam tangki air bersih dalam sehari. Setiap tangki memiliki kapasitas lebih dari 5 ribu liter.

Untuk meningkatkan kemampuan penanganan kekeringan, BPBD Sampang masih mengajukan penambahan anggaran melalui perubahan anggaran kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sampang.

BPBD mengimbau masyarakat tetap menghemat air selama musim kemarau. "Penghematan dinilai penting karena kebutuhan air terus meningkat sementara sumber air dan kemampuan distribusi masih terbatas," kata Hozin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....