Tanah Bergemuruh di Sampang Diduga dari Gas Metana
- 29 Sep 2026 15:38 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Tim teknis Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur telah mengidentifikasi bunyi gemuruh yang muncul dari dalam tanah di Dusun Bangsal, Sampang sebagai kemungkinan berkaitan dengan gas metana.
- Gas metana diduga terperangkap di rekahan tanah di sekitar lokasi munculnya bunyi gemuruh tersebut.
- Informasi resmi mengenai identifikasi ini disampaikan kepada Pemkab Sampang pada hari Selasa, 29 September 2026 oleh tim teknis ESDM.
RRI.CO.ID, Sampang - Bunyi gemuruh yang muncul dari dalam tanah di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Sampang, diduga berkaitan dengan gas metana. Informasi tersebut disampaikan tim teknis Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Provinsi Jawa Timur kepada Pemkab Sampang, Selasa 29 September 2026.
Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri mengatakan, gas metana tersebut diduga terperangkap di rekahan tanah di sekitar lokasi munculnya bunyi gemuruh.
"Informasi dari tim teknis ESDM Jawa Timur tersebut menjadi dasar Pemkab Sampang untuk mengambil langkah pencegahan. Pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan pengeboran air di sekitar lokasi,"terangnya.
| Baca juga: Gudang Kayu di Sampang Terbakar |
Selain pengeboran, warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
"Imbauan tersebut telah disosialisasikan kepada pemerintah desa, Kecamatan Kedungdung dan sejumlah OPD terkait. Suara itu bersumber dari gas metana yang terperangkap di rekahan tanah di lokasi kejadian," ujar Barri.
Pemkab Sampang juga meminta pemerintah desa memasang papan peringatan agar masyarakat mengetahui adanya potensi risiko di lokasi tersebut.
| Baca juga: Gotong Royong Padamkan Kebakaran di Sampang |
"Imbauan tersebut juga akan diberlakukan secara berkelanjutan karena pemerintah belum mengetahui kapan kandungan gas tersebut akan habis," kata pria asal Kabupaten Sumenep itu.
Menurut Abdi, berdasarkan keterangan pemerintah desa dan masyarakat, fenomena tersebut disebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Namun,
"Pemkab Sampang tetap mengambil langkah kewaspadaan dan menyerahkan urusan eksplorasi migas kepada pemerintah pusat sesuai kewenangan," ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....