Makna Tema dan Logo Hari Jadi Pamekasan ke-496
- 29 Sep 2026 09:51 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Hari jadi Pamekasan diperingati setiap tahun pada tanggal 3 November, bertepatan dengan hari penobatan Pangeran Ronggosukowati sebagai raja Islam pertama di wilayah tersebut.
- Pada tahun 2026, Kabupaten Pamekasan akan memasuki usia ke-496 tahun sejak berdirinya kerajaan Islam Ronggosukowati.
- Peringatan hari jadi Pamekasan menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah panjang dan meneguhkan semangat masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.
RRI.CO.ID, Pamekasan - Hari jadi Pamekasan jatuh pada 3 November karena tanggal tersebut merupakan hari penobatan Pangeran Ronggosukowati sebagai raja Islam pertama. Momen ini diperingati setiap tahun untuk merefleksikan perjalanan sejarah panjang, sekaligus meneguhkan semangat masyarakat Pamekasan menuju masa depan yang lebih baik.
Pada tahun 2026, Pamekasan memasuki usia ke-496 tahun. Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah menetapkan tema dan logo peringatan hari jadi ke-496.
Tema Hari Jadi Pamekasan ke-496
"Pamekasan Bangkit"
Slogan ini menjadi spirit untuk memajukan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengoptimalkan potensi daerah melalui sinergi pentahelix.
Filosofi Logo Hari Jadi Pamekasan ke-496
Logo hari jadi Pamekasan ke-496 mengangkat enam elemen yang memiliki makna sebagai berikut:
Siluet Arek Lancor
Simbol kebanggaan, keberanian, dan semangat juang pahlawan asal Pamekasan serta merepresentasikan fondasi masyarakat yang kuat dan siap menjadi garda terdepan dalam pembangunan.
Api Tak Kunjung Padam
Elemen ini melambangkan semangat masyarakat Pamekasan yang terus menyala, pantang meyerah, dan energi yang tidak pernah habis untuk memajukan daerah.
Batik Tulis Pamekasan
Representasi dari pelastarian kearifan lokal, warisan tradisi, dan roda ekonomi kreatif yang menjadi identitas tak terpisahkan dari masyarakat.
Sirkuit Teknologi Modern
Melambangkan inovasi, transformasi digital, dan kesiapan Pamekasan menyongsong era modern.
Undakan Tangga
Melambangkan proses pembangunan terstruktur, bertahap dan berkelanjutan. Pijakan kokoh yang menunjukkan "Pamekasan Bangkit" adalah sebuah pergerakan yang terus naik ke atas, mengangkat derajat, dan kesejahteraan daerah menuju level lebih tinggi.
Pamekasan Bangkit
Menyiratkan energi proaktif untuk memajukan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengoptimalkan potensi daerah yang dicapai melalui sinergi pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media.
Makna Penggunaan Warna pada Logo
Merah Marun: Mewakili karakter masyarakat Madura yang berani, tergas dan penuh gairah.
Kuning Emas: Melambangkan masa keemasan, kejayaan, dan kemakmuran.
Biru: Melambangkan keluasan wawasan, kejernihan berpikir, dan inovasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....