Polres Sampang Salurkan Air Bersih ke Lembaga Pendidikan

  • 20 Sep 2026 07:23 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Kemarau panjang di Kabupaten Sampang, Madura menyebabkan krisis air bersih yang menyentuh sektor pendidikan dan tempat ibadah.
  • Polres Sampang memimpin penyaluran bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kemarau di Sampang.
  • Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto dan Ketua Bhayangkari Cabang Sampang Rr Willa Anang terlibat langsung dalam respons kemanusiaan ini.

RRI.CO.ID, Sampang – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sampang, Madura, turut berdampak pada sektor pendidikan. Krisis air bersih tidak hanya dirasakan masyarakat di permukiman, tetapi juga mengganggu aktivitas di sejumlah lembaga pendidikan dan tempat ibadah.

Merespons kondisi tersebut, Polres Sampang menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Penyaluran dipimpin langsung Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sampang Rr Willa Anang.

Salah satu titik penyaluran berada di Desa Patarongan, Kecamatan Torjun. Bantuan tersebut disambut pengurus dan santri yayasan pendidikan Islam setempat yang selama musim kemarau mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Kondisi kekeringan sebelumnya turut menghambat kegiatan belajar-mengajar dan ibadah harian. Ketersediaan air yang terbatas menyulitkan kebutuhan wudu maupun sanitasi di lingkungan yayasan.

“Bantuan didistribusikan secara merata tidak hanya ke rumah-rumah warga, tetapi juga langsung dialirkan ke kompleks yayasan pendidikan Islam,” ujarnya, Sabtu 19 September 2026.

Secara keseluruhan, Polres Sampang mengerahkan 40 truk tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter. Distribusi dilakukan ke 14 kecamatan dan didukung satu unit kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC).

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, penyaluran air bersih ke lingkungan pendidikan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas belajar dan ibadah selama krisis kekeringan.

“Polres Sampang juga menyalurkan air bersih ke yayasan pendidikan Islam untuk memenuhi kebutuhan aktivitas pendidikan dan ibadah,” ujar Anang.

Langkah tersebut diharapkan membantu lembaga pendidikan tetap menjalankan kegiatan belajar-mengajar dan aktivitas keagamaan di tengah dampak kemarau panjang yang melanda Sampang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....