Puncak Musim Kemarau Risiko Kebakaran Meningkat, Warga Diminta Waspada

  • 15 Sep 2026 06:01 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Kabupaten Bangkalan dan sekitarnya memasuki masa puncak musim kemarau dengan intensitas panas tinggi dan kelembapan udara menurun drastis.
  • Kondisi cuaca kering secara signifikan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran baik di kawasan pemukiman warga maupun lahan terbuka.
  • Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangkalan, Muhammad Arif Mahmud, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena benda-benda mudah terbakar dan api dapat menyebar luas dalam waktu singkat.

RRI.CO.ID,Sampang – Wilayah Kabupaten Bangkalan dan sekitarnya kini memasuki masa puncak musim kemarau dengan intensitas panas tinggi dan kelembapan udara yang menurun drastis. Kondisi ini secara otomatis meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, baik di kawasan pemukiman warga maupun lahan terbuka.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bangkalan, Muhammad Arif Mahmud, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan kewaspadaan bersama. Menurutnya, cuaca yang kering membuat benda-benda mudah terbakar menjadi lebih cepat memicu api dan menyebar luas dalam waktu singkat.

"Di puncak musim kemarau ini, risiko kebakaran meningkat signifikan dibandingkan bulan biasa. Angin yang cukup kencang juga berpotensi mempercepat perambatan api jika tidak segera ditangani," ungkapnya dalam dialog interaktif program Sampang Menyapa di RRI Pro 1 Sampang,Senen 14 September 2026.

Arif menjelaskan bahwa penyebab kebakaran yang paling sering terjadi pada musim kemarau antara lain kelalaian dalam penggunaan api unggun, pembakaran sampah yang tidak dipantau, serta gangguan pada instalasi listrik yang sudah tidak layak pakai. Selain itu, tumpukan sampah kering dan ranting pohon di sekitar bangunan menjadi bahan bakar yang memperparah situasi darurat.

Pihaknya juga menyoroti beberapa titik wilayah yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi, terutama kawasan padat penduduk serta daerah yang memiliki banyak lahan terbuka dan tumpukan serbuk gergaji atau jerami. Di samping itu, kesiapan personel dan sarana prasarana pemadam kebakaran telah ditingkatkan, namun dukungan dari masyarakat dianggap sebagai kunci utama penanganan dini.

Langkah pencegahan sederhana namun efektif yang disarankan meliputi:

- Hindari membuang puntung rokok di sembarang tempat

- Jangan meninggalkan kompor atau peralatan listrik menyala tanpa pengawasan

- Bersihkan halaman dari tumpukan daun dan ranting kering

- Pastikan saluran air tidak tersumbat dan alat pemadam sederhana tersedia di rumah

- Hindari membakar sampah atau sisa panen di tengah angin kencang

Masyarakat juga diminta untuk segera melapor jika melihat asap atau tanda-tanda kebakaran agar tim penanggulangan dapat bertindak cepat sebelum api membesar. Kewaspadaan bersama diharapkan dapat menekan angka kejadian kebakaran yang biasanya melonjak pada periode puncak kemarau.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....