Kepemimpinan Perempuan Dorong Kebijakan Publik Lebih Inklusif
- 14 Sep 2026 12:56 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Kehadiran perempuan dalam birokrasi, politik maupun korporasi, penting dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan publik.
Hal tersebut disampaikan Rina Nur Azizah, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Publik Universitas Madura, pada program Pengarusutamaan Gender dan Inklusi RRI Sampang, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya keterlibatan perempuan dalam posisi pengambilan keputusan tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan kuota atau keterwakilan secara fisik. Perempuan membawa pengalaman dan perspektif yang berbeda, sehingga dapat memperkaya proses perumusan kebijakan.
"Perspektif penting untuk memastikan berbagai kebutuhan masyarakat yang selama ini berpotensi terlewatkan dapat lebih diperhatikan, termasuk persoalan kesehatan, pengasuhan anak, keamanan di ruang publik, serta perlindungan kelompok rentan," ucpanya.
Rina menjelaskan keberagaman dalam kepemimpinan juga dapat membantu mencegah munculnya pola pikir yang seragam dalam sebuah lembaga. Dengan adanya berbagai perspektif, proses pengambilan keputusan diharapkan menjadi lebih komprehensif, kritis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain sektor pemerintahan dan politik, keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan di dunia kerja juga dinilai dapat membawa perubahan terhadap cara organisasi melihat berbagai persoalan dan menentukan kebijakan.
Di satu sisi, perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang memiliki perspektif kesetaraan gender.
"Kampus tidak hanya dituntut memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu membangun budaya yang setara serta memberikan ruang bagi mahasiswa, khususnya perempuan, untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan melalui organisasi dan berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik," kata Rina.
Pengarusutamaan gender juga dinilai penting untuk diintegrasikan dalam berbagai disiplin ilmu. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi memiliki pemahaman bahwa setiap kebijakan yang dibuat dapat memberikan dampak yang berbeda bagi laki-laki maupun perempuan.
Rina menambahkan, kampus juga perlu menciptakan lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan dan diskriminasi. Lingkungan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi pemimpin yang percaya diri, berani mengambil keputusan, serta mampu menghargai keberagaman.
"Saya berharap semakin banyak perempuan berani mengambil peran dalam berbagai ruang kepemimpinan. Sebab, memberikan kesempatan yang setara kepada perempuan bukan hanya bagian dari upaya mewujudkan kesetaraan gender, tetapi juga menjadi langkah untuk menghadirkan kebijakan publik yang lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....