Radio Tetap Menjadi Pilar Penting Mitigasi Bencana

  • 12 Sep 2026 05:43 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Radio tetap menjadi instrumen vital dalam rantai mitigasi bencana di Kabupaten Sampang meskipun perkembangan teknologi digital pesat.
  • Hasan Jailani, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Sampang, menegaskan peran strategis radio dalam manajemen krisis di wilayah rawan bencana.
  • Pentingnya radio sebagai sarana komunikasi dalam manajemen bencana mendapat perhatian khusus di Jawa Timur, khususnya di daerah rentan bencana.

RRI.CO.ID, Sampang – Peran strategis radio dalam manajemen krisis kembali mendapat perhatian, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sampang, Hasan Jailani, menegaskan radio tetap menjadi instrumen vital dalam rantai mitigasi bencana di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, saat bencana besar terjadi, infrastruktur komunikasi modern seperti jaringan internet dan seluler justru kerap menjadi yang pertama mengalami gangguan.

“Dalam kondisi blank spot tersebut, gelombang radio membuktikan ketangguhannya,” ujar Hasan Jailani, Jumat 11 Septembet 2026.

Hasan Jailani yang akrab disapa Mamak menjelaskan, radio memiliki fungsi penting sebagai last line of defense atau pertahanan terakhir dalam situasi darurat.

“Keberadaan radio sangat penting karena mampu tetap memberikan akses informasi kepada masyarakat ketika jaringan komunikasi lainnya tidak berfungsi,” ucapnya.

Sebagai lembaga penyiaran publik, Radio Republik Indonesia (RRI) memiliki jangkauan siaran yang mampu menjangkau hingga pelosok desa. Kondisi tersebut memungkinkan warga di wilayah terisolasi tetap memperoleh informasi dan panduan keselamatan tanpa bergantung pada kuota internet maupun stabilitas jaringan 4G dan 5G.

Mamak juga memberikan apresiasi kepada RRI atas kesigapannya dalam merespons situasi darurat dan menjalankan peran informasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Keberadaan radio harus terus diperkuat sebagai bagian dari strategi komunikasi kebencanaan, terutama di daerah yang memiliki potensi risiko bencana tinggi,” kata Mamak dengan meng akhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....