RRI Diminta Adaptif di Era Digital
- 10 Sep 2026 17:35 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - RRI dinilai tidak perlu mengubah jati dirinya menjadi media sosial untuk menjangkau generasi muda. RRI cukup mempertahankan karakter sebagai media publik, tetapi cara menyajikan konten harus mengikuti pola konsumsi informasi generasi saat ini.
Ketua Aliansi Jurnalis Sampang (AJS) Hendriyanto mengatakan generasi muda kini tidak selalu duduk mendengarkan radio pada waktu tertentu. Mereka lebih banyak mengakses informasi melalui video pendek, podcast, YouTube, TikTok hingga Instagram.
Menurutnya, satu produk jurnalistik RRI seharusnya dapat dikembangkan menjadi berbagai format. Hasil wawancara radio, misalnya, bisa diolah menjadi berita portal, video pendek untuk TikTok atau Reels, podcast hingga infografis.
"Jadi satu liputan, banyak pintu masuk kepada publik," kata Hendriyanto.
Namun, Hendriyanto mengingatkan RRI tidak boleh terjebak mengejar viral. Di tengah derasnya informasi media sosial, generasi muda tetap membutuhkan konten yang cepat dikonsumsi tetapi memiliki proses jurnalistik yang kredibel.
Ia menilai kekuatan tersebut justru menjadi pembeda RRI dengan konten media sosial biasa. Karena itu, transformasi digital tidak hanya membutuhkan teknologi baru, tetapi juga perubahan cara berpikir dalam memproduksi konten.
"Inovasinya bukan sekadar membeli teknologi baru. Yang lebih penting adalah mengubah cara berpikir dari radio membuat program menjadi media publik membuat ekosistem konten," ujarnya.
Hendriyanto juga mendorong RRI memberi ruang lebih besar kepada anak muda sebagai subjek pemberitaan. Berbagai isu seperti pendidikan, lapangan kerja, UMKM, ekonomi kreatif, teknologi, budaya Madura, olahraga dan persoalan sosial perlu menghadirkan suara generasi muda.
Menurutnya, penguatan multiplatform juga harus diikuti peningkatan kemampuan jurnalisme digital, termasuk penulisan, produksi video, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI.
"RRI harus tetap menjadi RRI, tetapi cara menyajikan kontennya harus mengikuti kebiasaan generasi sekarang," ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....